CUPLIKAN DALAM THE JACATRA SECRET ( MENGUAK TABIR GERAKAN ZIONIS FREEMASONRY DIBELAKANG HITLER DAN PENDIRIAN KERAJAAN SAUDI

“Anda pasti tahu tentang sepak terjang Adolf Hitler dengan Nazi-nya, John. Dalam ruang kuliah kita dicekoki pandangan satu arah jika Hitler telah menggerakkan mesin raksasa untuk membunuhi orang-orang Yahudi dan sangat anti dengan segala sesuatu yang berbau Yahudi. Di dalam ruang kuliah kita tidak pernah diberitahu jika sesungguhnya guru politik Adolf Hittler itu ternyata seorang Yahudi juga. (baca : Karl Haushofer, Tokoh Yahudi Dibalik Tragedi Holocaust)

Baca lebih lanjut

Iklan

10 Misteri Otak Manusia yang Belum Terpecahkan

Ada begitu banyak hal di dunia ini  yang masih menimbulkan banyak tanda tanya. Jangankan alam sekitar, diri sendiri kita pun masih banyak menyimpan tanda tanya. Otak manusia bisa disamakan dengan prosesor komputer. Bedanya, kinerja prosesor dapat diuraikan secara logika, sedangkan otak kita tidak.
10 Misteri Otak Manusia yang Belum Terpecahkan

Keajaiban Penciptaan Gudang Penyimpanan Air di Daun

Keajaiban Penciptaan Gudang Penyimpanan Air di Daun
Daun dari tanaman gurun pasir yang menyimpan air dan bahan makanan biasanya berbentuk silinder, seperti genus stoncrops yang dikenal sebagai Sedum, atau bentuk prisma seperti tanaman di daerah dingin (Carpobrotus). Karena memiliki gudang penyimpanan air, tanaman-tanaman yang hidup di daerah gersang ini memiliki tampilan segar.

Al Qu’ran Tidak Hancur Setelah di Gilas Buldozer Israel

Sebuah keajaiban terjadi dalam penghancuran Masjid Al-Mafqara oleh tentara Israel di Hebron Selasa, 4 Desember 2012 kemarin.
Pasalnya, dalam penghancuran Masjid itu, terdapat sebuah Kitab Suci Al-Qur’an yang ditemukan dalam keadaan utuh bahkan tidak ada rusak atau hancur.
Padahal, semua benda yang dihancurkan telah menjadi puing-puing, namun inilah Kuasa Allah.
Gambar sebuah Al-Qur'an yang tidak hancur dalam pembongkaran Masjid di Palestina oleh Israel

Front Pembebasan Palestina: Yusuf Qaradawi Harus di Qisas

 

Pusat komando Front Rakyat untuk Pembebasan Palestina (Popular Front for the Liberation of Palestine/PFLP), Ahad (2/6) mengutuk keras langkah Syeikh Yusuf Qaradawi, Ketua Persatuan Ulama Muslim Internasional yang memprovokasi musuh untuk melanjutkan perang di Suriah. PFLP menyebut Qaradawi Syeikh NATO dan Mufti Fitnah.

 

Sebagaimana dilaporkan IRNA (2/6), seorang petinggi PFLP dalam pidatonya mengumumkan, “Qaradawi adalah Mufti NATO yang hanya bisa menyulut api fitnah dan berjalan di atas kepentingan rezim Zionis Israel.”

 

Ditambahkannya, “Tujuan Syeikh Fitnah hanya memprovokasi musuh untuk melanjutkan perang di Suriah.”

Menurutnya, Syeikh NATO itu telah menghalalkan darah Muslimin di sebagian besar negara Arab melalui fatwa-fatwanya.

Qaradawi katanya, tidak pernah menyerukan ajakan serius kepada umat Islam untuk berjihad di Palestina.

“Di antara fatwa-fatwa Qaradawi adalah memprovokasi musuh untuk berperang melawan Hizbullah, pemerintah Suriah dan rakyat negara itu,” tandasnya.

 

Pejabat tinggi PFLP itu menyebut fatwa-fatwa Qaradawi sebagai pelayanan yang diberikan untuk kepentingan Israel dan musuh Islam.

 

Lebih lanjut dijelaskannya, “Qaradawi adalah orang yang bertanggung jawab atas tumpahnya darah sebagian besar warga tak berdosa Arab dan negara-negara lain. Oleh karenanya ia harus di qisas.” (IRIB Indonesia/HS)

Persatuan Ulama Syam: Fatwa Takfiri Qaradawi Bertentangan dengan Ushuluddin dan Sunnah!

 

Persatuan Ulama Syam mengeluarkan pernyataan dan menyebut fatwa-fatwa takfiri Syeikh Yusuf Qaradawi yang berafiliasi dengan rezim Qatar bertentangan dengan Ushuluddin dan Sunnah.

 

Menurut laporan Mehr News (4/6) mengutip kantor berita Suriah SANA, Persatuan Ulama Syam menegaskan, fatwa-fatwa takfiri Qaradawa dan provokasinya untuk penumpahan darah di Suriah keluar dari Ushuluddin, Hadis dan Sunnah Nabi Muhammad Saw.

 

Persatuan Ulama Syam ini dalam pernyataannya menyebutkan, perilaku dan kinerja Qaradawi sebagai Ketua Persatuan Ulama Internasional telah menyoal posisi lembaga ini.

 

Dalam pernyataan itu juga disebutkan bahwa umat Islam benar-benar membutuhkan tokoh yang melindungi darah anak-anaknya dan berusaha mencari solusi dari fitnah yang telah menjerumuskan umat ke dalam nasib yang tidak menentu dan akhir yang tidak jelas.

 

Ulama Persatuan Ulama Syam meminta generasi umat Islam berusaha mencari faktor-faktor yang mempererat persatuan, solidaritas dan solusi untuk keluar dari fitnah ini.

 

Syeikh Qaradawi beberapa waktu lalu mengeluarkan pernyataan yang memprovokasi umat Islam untuk menyerang Hizbullah dan para pemeluk Syiah. Ia juga memobilisasi umat Islam dari mazhab Ahli Sunnah untuk berperang bersama kelompok teroris Jabhah al-Nusra. (IRIB Indonesia / SL)

Saudi Bebaskan Penulis Penghina Nabi Muhammad Saw

 

 

Langkah pemerintah Arab Saudi yang membebaskan seorang penulis penghina Nabi Muhammad Saw memicu kontroversi keras di negara itu.

 

Seperti dilaporkan Asrar News (5/6), seiring dengan terus dilakukannya penangkapan terhadap para aktivis politik di Saudi, petinggi negara itu justru membebaskan Turki Al Hamad, penulis yang menistakan kesucian Nabi Muhammad Saw setelah ditahan selama lima bulan.

 

Berita pembebasan Al Hamad spontan membangkitkan kemarahan banyak kalangan di Saudi.

 

Penulis Saudi itu ditangkap karena terbukti menghina Islam dan Nabi Muhammad Saw.

 

Tulisan Al Hamad banyak menimbulkan kontroversi karena berisi kata-kata mencaci dan menghina Tuhan dan Islam. Sekalipun demikian rezim Al Saud yang mengklaim diri sebagai Khadimul Haramain membebaskannya setelah mendekam di penjara selama lima bulan. Pada saat yang sama Saudi terus menangkapi ribuan aktifis politik karena membela kebebasan dan hak-hak sipil. (IRIB Indonesia/HS)

Nasehat Imam Khumeini as, Kepada Putra Beliau

Oleh:  Muhsin Labib

Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang

 

Segala puji bagi Allah, Rabb seluruh alam. Semoga Salawat dan Salam tercurah kepada Muhammad dan Keluarga-Sucinya. Dan semoga laknat Allah menimpa musuh-musuh mereka.

 

Saya bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah, Yang Satu, dan tak ada sekutu baginya. Saya bersaksi bahwa Muhammad adalah abdi dan rasul-Nya; dan bahwa ‘Ali, amîral-mu’minîn, dan anak-keturunanya yang ma’shûm (‘ala yhimus-salam) adalah para penerusnya; dan bahwa apa pun yang dibawa oleh Rasulullah adalah kebenaran; dan bahwa kubur, Kebangkitan, Surga, dan Neraka adalah benar; dan bahwa Allah akan membangkitkan siapa yang ada di dalam kubur.

Baca lebih lanjut

DOA MOHON KESELAMATAN NABI KHIDIR AS

DOA FARAJ NABI KHIDIR AS.

دُعَاء الفرَج لِسَيِِّدِنَا الخِضِرْ عَلَيْة السَّلاَم

 

دُعَاء الفرَج لِسَيِِّدِنَا الخِضِرْ عَلَيْة السَّلاَم

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَّى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَاَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ

اَللَّهُمَّ كَمَا لَطَفْتَ فِى عَظَمَتِكَ دُونَ اللُّطَفَاءِ، وَعَلوْتَ بِعَظَمَتِكَ عَلَى الْعُظَمَاءِ ، وَعَلِمْتَ مَاتَحْتَ أَرِضِكَ كَعِلْمِكَ بِمَا فَوْقَ عَرْشِكَ ، وَكَانَتْ وَسَاوسُ الصُدُورِ كَاْلعَلاَنِيَّةِ عِنْدَكَ ، وَعَلاَنِيَّةُ اْلقَوْلِ كَالسِّرِ فِى عِلْمِكَ ، وَانْقَادَ كُلُّ شَىْءٍ لِعَظَمَتِكَ ، وَخَضَعَ كُلُّ ذِى سُلْطَانٍ لسُلْطَانِكَ ، وَصَارَ أَمْرُ الدُّنْيَا والْأَخِرَةِ كُلُّه بِيَدِكَ، اِجْعَلْ لِى مِنْ كُلِّ هَمٍ أَصْبَحْتُ أَوْ أَمْسَيْتُ فِيهِ فَرَجًا وَمَخرجًا، اللَّهُمَّ إِنَّ عَفَوَكَ عَنْ ذُنُوبِى ، وَتَجَاوَزَكَ عَنْ خَطِيئَتىِ ، وَسِتْرَكَ عَلَى قَبِيحِ عَمَلِى ، أَطمِعْني أَنْ أَسْألَُكَ مَا لاَ أَسْتَوْجِبُهُ مِنْكَ مِمَّا قَصَّرْتُ فِيهِ ، أَدْعُوكَ اَمِنًا وَأَسْألُكَ مُسْتَأْنِسًا . وَإِنَّكَ الْمُحْسِنُ إِلَىَّ، ، وَأَنَا الْمُسِيئُ إلىَ نَفْسِى فِيِمَا بَيْنِى وَبَيْنِكَ ، تَتَوَدَدُ إِلىَّ بِنِعْمَتِكَ، وَأَتَبَغَّضُ إلَيْكَ بِالْمعَاصِى، وَلَكِنَّ الثَّقَةُ بِكَ حَمَلَتْنِى علَى الْجَرَاءَةِ عَلَيْكَ، فَعُدْ بِفَضْلِكَ وإحْسِانِكَ عَلَيَّ، إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الَّرَحِيم، وَصَلَى الله ُعَلَى سَيِدِنَا مُحَمَّدٍ وَ اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ

Baca lebih lanjut

Doa Imam ‘Ali Zaenal ‘Abidin As Sajjad as, Untuk Orang Tua

Bismillahirahmanirrahim

Allahumma sholi ala muhammad wa ali muhammad

“Ayah” dan “Ibu” adalah kata paling indah yang terucap oleh bibir manusia,

dan panggilan yang paling menakjubkan adalah “Ayahku”…”Ibuku”

”Ayah”…”ibu”  adalah kata yang penuh dengan harapan dan cinta

Kata manis dan indah yang datang dari kedalaman lubuk hati

”Ayah” dan ”Ibu”  adalah segalanya

Mereka adalah penghibur kita dalam sedih…

Harapan dalam susah…

Dan sandaran tatkala lemah…

Baca lebih lanjut

Doa Imam Ali Zainal Abidin (sa), cucu Rasulullah saw, saat berpisah dengan bulan Ramadhan

Doa Imam Ali Zainal Abidin (sa), cucu Rasulullah saw, saat berpisah dengan bulan Ramadhan:

Bismillâhir Rahmânir Rahîm
Allâhumma shalli ‘alâ Muhammad wa âli Muhammad

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang
Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Rasulullah dan keluarganya

Allâhumma yâ Mallâ yarghabu fil jazâ’
Ya Allah, wahai Dia yang tidak mengharapkan balasan
Wa yâ Mallâ yandamu ‘alal ‘athâ’
Wahai Dia yang tidak menyesali pemberian
Baca lebih lanjut

Do’a Al Faraj

بسم الله الرّ حمن الرّ حيم

الّلهمّ صلّ على محمّد وال محّمد

ِالهي عظم البلاء وبرح الخفاءُ

وانكشف الغطاء وانقطع الرجاءُ

وضاقت الارض ومنعت السّماءُ

وانت المستعان واليك المشتكى

وعليك المعوّل في الشّدّة والرّ خاءِ

اللّهمّ صلّ على محمّد وال محمّد

اولي الامراّلذين فرضت عليناطاعتهم

وعرّفتنا بذالك منزلتهم

ففرّج عنّابحقّهم فرجًاعاجلاًقريبًا

كلمح البصراوهواقرب

يامحمّد ياعلي ياعلي يامحمّد  {×3}

اكفياني فانّكما كافيان

وانصراني فانّكماناصران

يامولانا ياصاحب الزّمان

الغوث الغوث الغوث   {×3}

ادركني ادركني ادركني   {×3}

الساعة الساعة الساعة   {×3}

العجل العجل العجل   {×3}

ياارحم الرّاحمين

بحقّ محمّد وال محمّد

Aku Bangga Dikatakan Rafidhi

By: Vauza Tamma

Renungan Suluk Rajabiah BAMZAHAM VAUZA TOUR

BANGGA DISEBUT "RAFIDHI"

Kata "rafidhi" dan "rafidhah" dalam otak kaum wahabi dan nashibi selalu mengarah ke syiah. Mereka mengidentikkan rafidhi sebagai kafir dan rafidhah sebagai kufur. 

Kata tersebut berasal dari kata kerja "rafadha-yarfudhu-rafdhan" yang bermakna "menolak". 
Kata "rafidhi" merupakan ism fa'il darinya yang bermakna "orang yang menolak", sedangkan kata "rafidhah" yang menggunakan ta marbuthah karena kata "syi'ah" juga menggunakan ta marbuthah. Bagi mereka yang belajar nahu sharaf pasti memahami ini.

Kesimpulannya: Syiah Rafidhah adalah orang-orang yang menolak. 
Menolak apa? 
Kata mereka: Menolak kekhalifahan tiga khalifah pertama.

Tujuan saya menulis hal ini agar jangan sampai semakin banyak umat ini masuk dalam "proyek pembodohan umat" yang gencar dilakukan oleh kaum wahabi dan nashibi.

Pertanyaannya: Apakah hanya sebatas tolak menolak itu? 

Untuk lebih membuka wawasan kita, berikut ini saya kutip beberapa riwayat yang saya menukilnya dari kitab Al-Shirath Al-Mustaqim yang ditulis oleh Allamah Ali bin Yunus al-'Amili, jilid 3 halaman 76:

-Abu Bashir berkata kepada Imam Ja'far Shadiq as, "Sesungguhnya manusia menamakan kami rafidhah."
Imam Shadiq as berkata, "Demi Allah! Bukan mereka yang menamakan kalian dengan sebutan itu tapi Allah yang menamakan kalian dengan sebutan itu, karena sesungguhnya 70 orang terbaik dari Bani Israel beriman kepada Musa dan saudaranya [Harun] maka mereka menamakan mereka [70 orang itu] rafidhah. Lalu Allah mewahyukan kepada Musa 'tetapkanlah nama ini bagi mereka di dalam Taurat'. Kemudian Allah menyimpan nama ini untuk diberikan kepada kalian.
Wahai Abu Bashir! Manusia menolak [rafadha] kebaikan dan melakukan kejahatan, sedangkan kalian menolak kejahatan dan melakukan kebaikan."

-Sama'ah bin Mahran meriwayatkan bahwa Imam Shadiq as bertanya kepadanya, "Siapakah manusia yang paling jahat?" 
Aku [Sama'ah] menjawab, "Kami, karena mereka menyebut kami kafir dan rafidhah." 
Sama'ah meriwayatkan bahwa Imam Shadiq memandangku dan berkata, "Bagaimanakah apabila nanti kalian diarak menuju surga dan mereka digiring menuju neraka? Pada saat itu  mereka akan berkata: 
"Mengapa kami tidak melihat orang-orang yang dahulu [di dunia] kami anggap sebagai orang-orang jahat"
(Al-Quran, surah Shad ayat 62)

Jadi setelah ini, siapapun yang mau menyebut aku "rafidhi" atau "rafidhah" atau bahkan "kafir", silakan! karena aku bangga dengan sebutan-sebutan tersebut. 
Yang pasti, aku hanya ber-Wilayah kepada AhlulBait as dan menolak untuk ber-Wilayah kepada selain mereka!!!
BANGGA DISEBUT “RAFIDHI”

Kata “rafidhi” dan “rafidhah” dalam otak kaum wahabi dan nashibi selalu mengarah ke syiah. Mereka mengidentikkan rafidhi sebagai kafir dan rafidhah sebagai kufur.

Kata tersebut berasal dari kata kerja “rafadha-yarfudhu-rafdhan” yang bermakna “menolak”.
Kata “rafidhi” merupakan ism fa’il darinya yang bermakna “orang yang menolak”, sedangkan kata “rafidhah” yang menggunakan ta marbuthah karena kata “syi’ah” juga menggunakan ta marbuthah. Bagi mereka yang belajar nahu sharaf pasti memahami ini.
Baca lebih lanjut

20 Hadis Dari Imam Mahdi as

20 Hadis Dari Imam Mahdi as

Hadis 1

إن الله تعالى لم يخلق الخلق عبثا و لا أهملهم سدى بل خلقهم بقدرته و جعل لهم أسماعا و أبصارا و قلوبا و ألبابا ثم بعث إليهم النبيين (ع)  مُبَشِّرِينَ وَ مُنْذِرِينَ يأمرونهم بطاعته و ينهونهم عن معصيته و يعرفونهم ما جهلوه من أمر خالقهم و دينهم‏

 بحارالأنوار ج : 53 ص : 194

Imam Mahdi as bersabda:

Sesungguhnya Allah SWT tidak menciptkan mahluknya dengan sia-sia, dan mereka tidak dibiarkan begitu saja, akan tetapi Dia menciptakan mereka dengan kekuasaanNya, dan mereka dianugerahi telinga, mata, hati, dan akal pikiran, kemudian Allah mengutus kepada mereka para nabi untuk memberikan kabar gembira dan memberi peringatan, mereka (para nabi) menyeru makhluk untuk taat kepdaNya dan mencegah mereka untuk bermaksiat, dan memberi tahu kepada mereka tentang hal-hal yang tidak mereka ketahui dari perintah tuhan mereka dan agama mereka.

Baca lebih lanjut

Imamah Ahlilbait as

Urgensitas Eksistensi Imam

Mukadimah

Mengingat urgensitas yang dimilikinya, Imamah senantiasa  menjadi pembahasan yang hangat di antara kaum Syiah dan Ahli Sunnah. Para Ulama’ Syiah telah menulis berbagai kitab yang sangat banyak yang sarat dengan pelbagai argumentasi dalam menetapkan Imamah, di mana untuk menjelaskan argumentasi-argumentasi itu secara ringkas pun, membutuhkan waktu dan kesempatan yang tak sedikit.

Pada kesempatan ini kami akan menjelaskan permasalahan imamah dalam dua bagian pokok, pertama urgensitas wujud Imam. Kedua sejumlah argumentasi naqli tekstual dalam menetapkan keimamahan atau kepemimpinan Ali as dan sebelas orang dari keturunannya, yang legalitasnya berasal dari tuhan dan dengan pelantikan atau pengangkatannya oleh nabi SAW.

Baca lebih lanjut

Melirik Sanggahan-sanggahan terhadap Mahdisme

Melirik Sanggahan-sanggahan terhadap Mahdisme

Pertama: mengetahui sanggahan dan isykalan yang ditujukan kepada Mahdawiyah, menjawab, dan bergelut dengan masalah seperti ini, termasuk sebuah dimensi penting pendidikan inthidar.

Jika memang Mahdisme merupakan poros dan dasar pendidikan person dan social, dan memang begitu adanya, maka mengenal isykalan dan sanggahan terhadap mujud mahdawiyah, adalah salah satu hal sangat penting yang harus dipahami dan dipahamkan secara mendalam.

Tanpa diragukan lagi, pendirian sebuah yayasan, lembaga, atau apa saja yang berkenaan dengan pengenalan terhadap sanggahan-sanggahan mahdawiyah proses jawabannya tak ayal lagi merupakan sebuah kelaziman.

Baca lebih lanjut