Nasehat Imam Khumeini as, Kepada Putra Beliau

Oleh:  Muhsin Labib

Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang

 

Segala puji bagi Allah, Rabb seluruh alam. Semoga Salawat dan Salam tercurah kepada Muhammad dan Keluarga-Sucinya. Dan semoga laknat Allah menimpa musuh-musuh mereka.

 

Saya bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah, Yang Satu, dan tak ada sekutu baginya. Saya bersaksi bahwa Muhammad adalah abdi dan rasul-Nya; dan bahwa ‘Ali, amîral-mu’minîn, dan anak-keturunanya yang ma’shûm (‘ala yhimus-salam) adalah para penerusnya; dan bahwa apa pun yang dibawa oleh Rasulullah adalah kebenaran; dan bahwa kubur, Kebangkitan, Surga, dan Neraka adalah benar; dan bahwa Allah akan membangkitkan siapa yang ada di dalam kubur.

Baca lebih lanjut

Iklan

Menuduh, Dosa yang Merusak Kepribadian Seseorang

Menuduh, Dosa yang Merusak Kepribadian Seseorang

Satu dari dosa besar yang merusak individu dan sosial adalah tuduhan. Tuduhan yang dialamatkan seseorang kepada orang lain memang merugikan orang tersebut, tapi sebenarnya yang paling merugi adalah pelaku itu sendiri. Ketika seseorang menuduh orang lain, pada dasarnya ia telah mengotori dan merusak jiwanya dengan dosa. Lalu apa sebenarnya yang disebut dengan tuduhan itu? Tuduhan merupakan perilaku menisbatkan kekurangan terhadap seseorang yang tidak dimilikinya. Tuduhan merupakan perbuatan dosa besar. Allah Swt dalam al-Quran telah melarang perbuatan ini dan mengingatkan pelakunya bakal mendapat azab yang sangat pedih. Imam Shadiq as berkata, “Dosa menuduh orang lain yang tidak bersalah lebih berat dari gunung yang tinggi.” (Safinah al-Bihar, jilid 1, kata Tuhmah)

Baca lebih lanjut

14 Poin Tata Cara Bertamu dan Menjamu Tamu Dalam Al-Quran

14 Poin Tata Cara Bertamu dan Menjamu Tamu Dalam Al-Quran

Tamu dan penghormatan kepadanya memiliki kedudukan khusus dalam prinsip akhlak dan adab pergaulan Islam.

Di dalam surat Ad-Dzariyat ayat 24 sampai 27  menjelaskan tentang pentingnya masalah penghormatan kepada tamu.

هَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ ضَيْفِ إِبْرَ‌اهِيمَ الْمُكْرَ‌مِينَ

إِذْ دَخَلُوا عَلَيْهِ فَقَالُوا سَلَامًا  قَالَ سَلَامٌ قَوْمٌ مُّنكَرُ‌ونَ

فَرَ‌اغَ إِلَىٰ أَهْلِهِ فَجَاءَ بِعِجْلٍ سَمِينٍ

فَقَرَّ‌بَهُ إِلَيْهِمْ قَالَ أَلَا تَأْكُلُونَ

Baca lebih lanjut

Imam Khomeini: Parameter Akhlak dalam Melaksanakan Amar Makruf dan Nahi Munkar

Imam Khomeini: Parameter Akhlak dalam Melaksanakan Amar Makruf dan Nahi Munkar

 

 

Amar Makruf dan Nahi Munkar merupakan bagian dari rahmat “Rahimiah” Allah Swt. Oleh karenanya, pelaku Amar Makruf dan Nahi Munkar perlu menjadikan hatinya mencicipi rahmat “Rahimiah” Allah Swt. Pandangannya mengenai Amar Makruf dan Nahi Munkar bukan sok pamer, menjual diri atau memaksakan keinginan. Bila pelaku Amar Makruf dan Nahi Munkar berlaku dengan cara ini, maka kewajiban ini tidak akan menghasilkan tujuannya. Karena yang dimaksud dengan Amar Makruf dan Nahi Munkar adalah meraih kebahagiaan hamba dan penerapan hukum Allah di negara. (Adab al-Shalah, hal 237)

Baca lebih lanjut

Pemikiran Imam Khomeini ra: Ulama Harus Terlibat Urusan Politik

Pemikiran Imam Khomeini ra: Ulama Harus Terlibat Urusan Politik

 

Allah Mengambil Sumpah Ulama

 

Bukankah Allah Swt telah mengambil sumpah dari ulama bahwa mereka tidak boleh diam dan tenang menyaksikan kezaliman dan terjadinya kejahatan? “Wa Maa Akhdza Allahu Ala al-Ulamai Alla Yuqarru  Ala Kizzhati Zhalimin Wa Laa Saghabin Mazhlumin“. Bukankah Allah telah mengambil janji dari ulama untuk tidak diam menyaksikan kerakusan para pelaku kezaliman dan kelaparan orang-orang tertindas? (Nahjul Balaghah, Khutbah 3, Syiqsyiqiah)

Baca lebih lanjut