Akhlak Pecinta Ahlulbait as

Akhlak Pecinta Ahlulbait as

Oleh: Syaikh Shaduq

1. Dari Ayahandaku, semoga Allah swt memberi rahmat kepadanya, ia mengatakan telah meriwayatkan kepadaku Ali Bin Husain Asyad Abadi dari Jabir bin Ju’fi, ia mengatakan telah berkata Abu Ja’far: “Apakah cukup yang menjadi syiah dengan hanya mengatakan cinta kepada Ahlulbait? Imam menjawab, “Demi Allah , tiada lain Syiah kami adalah mereka yang bertakwa kepada Allah dan mentaati-Nya, Mereka hanya dikenal dengan ketawadhuan, kekhusyu’an, menunaikan amanat, dan banyak berdzikir kepada Allah, shaum, shalat, berbuat baik kepada orang tua, baik kepada tetangga yang miskin, yang fakir, yang punya hutang, anak-anak yatim, jujur, membaca Quran, menjaga lisan kecuali dengan perkataan yang baik, Orang-orang syiah adalah amanah bagi para keluarga mereka”. Jabir kemudian mengatakan: “Wahai putra Rasulullah saw, kami mengenal mereka tetapi tidak memiliki sifat-sifat seperti ini”.

Baca lebih lanjut

Iklan

Usaha Rasulullah SAWW dalam Membentuk Masyarakat yang Berperikemanusiaan

Usaha Rasulullah SAWW dalam Membentuk Masyarakat yang Berperikemanusiaan

Hasan Ali Alattas

 

Keberadaan Rasulullah SAWW adalah sebuah rahmat bagi seluruh umat manusia. Ia tidak pernah membedakan seseorang pun dari kaidah di atas dikarenakan warna kulit dan suku bangsanya. Menurut pandangannya, semua manusia makan dari rezeki yang dianugerahkan oleh Allah.

Rasulullah SAWW mengajak manusia untuk:

Pertama, meningkatkan harkat dan martabat manusia. Ia bersabda: “Semua manusia berasal dari Adam, dan ia berasal dari tanah”.
Kedua, mengajak berdamai sebelum berperang.
Ketiga, memaafkan sebelum membalas, dan
Keempat, mempermudah (seseorang) sebelum membalas perbuatannya.
Dari realita di atas dapat kita ketahui bahwa seluruh peperangan yang dilaksanakannya bertujuan untuk merealisasikan tujuan-tujuan insani yang agung dan berlangsung untuk menciptakan sebuah tatanan masyarakat yang berperikemanusiaan.

Ia memerintahkan kepada seluruh pengikutnya untuk selalu betindak bijaksana, penuh rasa toleransi dan sikap bersahabat dengan semua manusia.

Ia telah menunjukkan bahwa dirinya adalah sebuah rahmat bagi seluruh alam semesta dalam peristiwa pembebasan kota Makkah. Dengan segala kemenangan yang telah digapainya saat itu, ia tetap berbuat baik terhadap para musuhnya dan enggan untuk bertindak balas dendam padahal ia dapat melaksanakannya. Ia memaafkan mereka dengan sabdanya: “Pergilah kalian, karena kalian sekarang telah bebas”. Pada perang Dzatur Riqa’ ia berhasil menangkap Gauts bin Al-Harits yang telah berusaha beberapa kali untuk membunuhnya. Akan tetapi, ia memaafkannya.

Rasulullah SAWW selalu memperlakukan para tawanan perang dengan penuh toleransi. Ia telah membebaskan sejumlah besar dari mereka dan berpesan kepada pasukannya untuk tidak menyakitinya. Sebagai contoh, pada sebuah peperangan, ia melepaskan tali yang mengikat tangan seorang tawanan perang dengan tangannya sendiri ketika ia mendengarnya mengeluh kesakitan.

 

Tragedi Hari Kamis

Kamis, 8 Rabiul Awal 11 H, demam Rasul SAW semakin meninggi. Beliau meminta kepada para sahabat yang berada di sekitarnya untuk mengambilkan kertas dan tinta. Beliau hendak menuliskan wasiat, sayang permintaan beliau tidak diindahkan. Tentang ini, Imam Bukhari dalam shahihnya melalui sanad Ubaidillah bin Abdullah dari Ibnu Abbas ra, menuliskan :”Ketika ajal Rasulullah telah hampir, dan di rumah beliau ada beberapa orang, diantara mereka Umar bin Khattab ra, beliau bersabda, ‘Mari kutuliskan bagi kamu sebuah surat (wasiat) agar sesudah itu kamu tidak akan pernah sesat.’ Namun Umar berkata, ‘Nabi telah makin parah sakitnya, sedangkan Al-Qur’an ada pada kalian. Cukuplah kitab Allah bagi kita !’. Maka terjadilah perselisihan di antara yang hadir, dan mereka bertengkar.

Baca lebih lanjut

TANYA JAWAB BERSAMA RASULULLAH SAWW. DAN AHLUL BAIT AS .

TANYA JAWAB BERSAMA RASULULLAH SAWW. DAN AHLUL BAIT AS .

 

“BAB  MASJID DAN SHALAT ”

 

1. Masjid manakah yang dibangun atas dasar takwa?

Imam Shadiq AS berkata : “Masjid Quba” (Al-Kafi, jil 3, hal 296, hadis 2)

 

2. Apa manfaat pergi ke masjid?

Imam ‘Ali bin Abi Thalib AS berkata : “Barangsiapa pergi ke masjid akan dikaruniai 1 dari 8 hal, yaitu saudara yang bermanfaat di jalan Allah, ilmu yang mulia, ayat muhkamah, rahmat yang menunggu, kalimat yang menjauhkannya dari kejatuhan, kata-kata yang akan memberinya petunjuk dan keterjauhan dari dosa karena takut atau mendapat rasa malu.” (Amali ash-Shadiq, hal 234)

Baca lebih lanjut

Sirah Nabi dalam Menciptakan Mental Tanggung Jawab

Sirah Nabi dalam Menciptakan Mental Tanggung Jawab

 

Di antara fenomena kehidupan dinamis yang melekat dalam diri umat adalah adanya kepribadian, tanggung jawab dan sentimen sosial. Dan tanpa hal itu, kita tidak dapat membayangkan keberadaan umat yang sinergi dan saling memperkuat satu sama lain. Apakah strategi yang digunakan Nabi Saw untuk menciptakan sentimen ini dalam generasi pertama umat Islam? Artikel ini mencoba untuk menjawab pertanyaan tersebut.

Baca lebih lanjut

Sirah Nabi dalam Menciptakan Mental Tanggung Jawab

Sirah Nabi dalam Menciptakan Mental Tanggung Jawab

 

Di antara fenomena kehidupan dinamis yang melekat dalam diri umat adalah adanya kepribadian, tanggung jawab dan sentimen sosial. Dan tanpa hal itu, kita tidak dapat membayangkan keberadaan umat yang sinergi dan saling memperkuat satu sama lain. Apakah strategi yang digunakan Nabi Saw untuk menciptakan sentimen ini dalam generasi pertama umat Islam? Artikel ini mencoba untuk menjawab pertanyaan tersebut.

Baca lebih lanjut

SEJARAH SINGKAT RASULALLAH SAWW

SEJARAH SINGKAT RASULALLAH SAWW

Kelahiran Muhammad
Bangsa Arab di zaman dahulu memiliki kebiasaan menjadikan kejadian besar yang ada sebagai patokan penanggalan. Peristiwa penyerangan pasukan Gajah pimpinan Abrahah yang berniat menghancurkan Kabah di kota Mekah, dianggap sebagai sebuah peristiwa besar yang layak dijadikan patokan penanggalan. Di tahun pertama penanggalan Gajah ini, di kota Mekah dan di tengah keluarga Abdul Mutthalib, lahir seorang bayi yang kelak akan mengubah perjalanan sejalah manusia. Dialah Muhammad putra Abdullah bin Abdul Mutthalib.

Baca lebih lanjut

Pesan Rasulullah untuk Gubernur Mesir

Pesan Rasulullah untuk Gubernur Mesir

 

 

Hatib melewati jalan yang jauh. Saat ini dia telah tiba di Laut Merah dan sedang menanti sebuah kapal untuk membawanya ke seberang lautan. Hatib bermaksud pergi ke kota Iskandariah karena ia membawa sebuah surat penting dari Rasulullah Saw untuk Gubernur Mesir. Adakalanya rasa khawatir menyergap ke dalam jiwanya. Dia mengkhawatirkan kemampuannya sendiri untuk dapat menyempaikan kebenaran yang disampaikan oleh Rasulullah kepada Gubernur Mesir. Dia berpikir sendirian tentang cara yang harus dilakukannya dalam menyampaikan surat Rasulullah kepada gubernur Mesir. Dia mereka-reka sendiri, ucapan apa yang pertama kali harus disampaikannya dan bagaimana caranya agar ia bisa menyampaikan pesan Rasulullah tanpa ada kekurangan sedikitpun.

Baca lebih lanjut

PESAN RESULALLAH SAWW

Peninggalan Rasulullah SAW adalah Al Quran dan Ahlul Bait as

Sebelum Junjungan kita yang mulia Al Imam Rasulullah SAW (Shalawat dan salam kepada Beliau SAW dan Keluarga suciNya as) berpulang ke rahmatullah, Beliau SAW telah berpesan kepada umatnya agar tidak sesat dengan berpegang teguh kepada dua peninggalannya atau Ats Tsaqalain yaitu Kitabullah Al Quranul Karim dan Itraty Ahlul Bait Rasul as. Seraya Beliau SAW juga mengingatkan kepada umatnya bahwa Al Quranul Karim dan Itraty Ahlul Bait Rasul as akan selalu bersama dan tidak akan berpisah sampai hari kiamat dan bertemu Rasulullah SAW di Telaga Kautsar Al Haudh.
Baca lebih lanjut

Pendidikan Anak dalam Pandangan Rasulullah Saw

Pendidikan Anak dalam Pandangan Rasulullah Saw

 

 

Dalam kehidupan rumah tangga, salah satu masalah terpenting yang harus diperhatikan secara seksama oleh kedua orangtua adalah masalah pendidikan dan pengajaran ilmu pengetahuan kepada anak-anak. Ayah dan ibu harus membentuk kepribadian dan watak anak-anaknya yang baik dan soleh dan juga menghormatinya. Salah satu bentuk bantuan yang bisa diberikan orangtua untuk mendorong anak-anak mereka menjadi anak-anak yang baik adalah, dengan mempersiapkan lingkungan yang sehat dan mendukung, dimana orangtua menyediakan lahan untuk anak-anak mereka sehingga bisa berkembang mencapai kesempurnaannya.

Baca lebih lanjut

Muhammad Saw, Pionir Kebangkitan dan Perubahan

Muhammad Saw, Pionir Kebangkitan dan Perubahan

 

 

Bulan maulid adalah bulan keberkahan dan kebahagiaan untuk memperingati kelahiran manusia agung yang pernah hidup di jagad ini. Dia adalah Muhammad Saw, pribadi mulia yang menerangi semesta dan menyelamatkan umat manusia dari kesesatan. Para penulis sejarah Muhammad pada umumnya sepakat bahwa ia lahir pada Tahun Gajah, yaitu tahun 570 Masehi, yang merupakan tahun gagalnya tentara Abrahah menyerang Kabah. Nabi Muhammad Saw lahir di kota Makkah, di bagian selatan Jazirah Arab, suatu tempat yang ketika itu merupakan daerah paling terbelakang di dunia, jauh dari pusat perdagangan, seni, maupun ilmu pengetahuan.

Baca lebih lanjut

Nabi Muhammad Manusia Sempurna

Nabi Muhammad Manusia Sempurna

 

 

 

Diterjemahkan dari :
The Introduction to Infallibles
Prophet of Muhammad
Karya : Sayyid Mahdî Ayatullâhî
Terbitan : Ansyariyan Publication
Islâmic Republic of Iran
Penerjemah : A. Kamil 
Penyunting : Abu ‘Ali
Diperbanyak oleh : Yayasan Putra Ka’bah
Qum Al-Muqaddas
Jumadi Tsani 1424

       

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Muhammad bin ‘Abdullâh

 

Adik-adik dan remaja tercinta

Adik-adik, dalam kehidupan dunia ini, kita memerlukan teladan dari yang berakhlak agung dan mulia, sehingga dengan keteladanan dari mereka, kita dapat meniru akhlak luhur mereka. Para pemimpin agama dan para Imâm Ahlul Bait 
As adalah contoh dan teladan bagi kita semua. Oleh karena itu, kami telah membuat penelitian perihal kehidupan mereka, dengan maksud untuk memperkenalkan kepada adik-adik akan kehidupan mereka. Dan semaksimal mungkin kami telah menyusun buku-buku ihwal kehidupan mereka dengan bahasa sederhana sehingga dapat dipahami dengan mudah. 
Kumpulan kisah manusia-manusia suci ini disusun seringkas mungkin dengan tidak melupakan keabsahan kisah-kisah teladan Imâm Ahlul Bait itu.
Para ahli sejarah Islâm telah mengkajinya secara serius dan mereka mendukung adanya penyusunan buku ini. 
Kami berharap, adik-adik sekalian sudi mengkajinya secara serius pula. Hasil dari pelajaran ini, kami meminta kepada adik-adik untuk dapat menyampaikan kesan dan pandangannya.
Kami sangat berterima kasih atas perhatian adik-adik. Dan semoga adik-adik mau bersabar menantikan edisi-edisi selanjutnya.

Baca lebih lanjut

Muhammad saw dan Keluarganya as adalah penyebab kemuliaanku.

Muhammad saw dan Keluarganya as adalah penyebab kemuliaanku.

 

Ya Allah swt engkau menciptakanku dengan keutamaan dan ilmu dan engkau telah menambahkan yang lebih kepadaku,

engkau telah mengirim Muhammad saw,

engkau telah menjadikannya sebagai Nabiku,

engkau telah menyuruhku untuk mencintainya,

engkau telah membuka jalan untuk aku menerima panggilannya,

dengan menerima panggilannya engkau telah memuliakanku,

engkau telah memilih untukku yang terbaik yang dengan nikmatnya engkau penuhi aku,

engkau telah memberitahuku {dengan perantaranya(Nabi saw)} makna taqwa yang dengan taqwa engkau indahkan dan baguskan diriku,

engkau telah menyuruhku untuk mengenal keluarganya yang perkenalan dengan mereka penyebab perkenalanku dengannya,

engkau telah kenalkan diriku dengannya yang perkenalan dengannya penyebab perkenalanku denganMu,

engkau menyuruhku untuk mencintai keluarganya yang kecintaaan kepada keluarganya penyebab kecintaanku kepadanya serta kecintaan kepadanya penyebab kecintaanku kepdaMu,

sedangkan Kecintaan kepadaMu adalah kemuliaan dan kebanggaan serta keabadian bagiku, engkau adalah penciptaku denganMu aku mulia dan denganMu aku bahagia,

engkau ciptakan Muhammad saw sebagai Nabi yang dengannya hubunganku denganMu terjalin dan dengannya kecintaanku kepadaMu terwujud,

kemudian engkau ciptakan keluarganya sebagai wasinya yang dengan mereka kecintaanku kepadaMu terjaga dan dengan mereka kecintaanku kepadaMu abadi,

hanya dengannya dan dengan keluarganya kecintaanku kepadaMu bisa terwujud dan bisa abadi… dan engkaulah pencipta mereka orang-orang suci as.

Hanya syukur yang bisa aku berikan kepadaMu…..

Muhammad Menurut Pandangan Kitab Agama Lain

Muhammad Menurut Pandangan Kitab Agama Lain

Ada anggapan di sebagian non-Muslim bahwa Muhammad saw hanyalah seorang nabi yang diutus untuk bangsa Arab saja. Sebagaimana Yesus (Isa as) yang diutus untuk Bani Israil, maka demikian juga Nabi Muhammad diutus hanya untuk bangsa Arab. Pendapat lainnya menilai bahwa Muhammad bukanlah seorang nabi melainkan orang yang melangkah di jalan kenabian. Pandangan ini diyakini oleh Timothy dari Gereja Nestorian, seperti yang diungkapkan Alwi Shahab dalam pengantar buku Muhammad & Isa (Mizan: 1999). Timothy menyebutnya sebagai seorang yang berjalan di tapak para nabi—walau tidak secara khusus mengakui Muhammad saw sebagai nabi.

Baca lebih lanjut

Mengapa Bulan Ini Disebut Shafar?

Mengapa Bulan Ini Disebut Shafar?

 

 

 

 

Berdasarkan sebuah riwayat, pada bulan Shafar terjadi beberapa peristiwa seperti tibanya para tawanan Karbala tiba di Damaskus, gugur syahidnya putri Imam Husein as yang masih berusia 3 tahun dan pada 28 Shafar adalah hari wafatnya Rasulullah Saw. Sementara akhir bulan Shafar bertepatan dengan syahadah Imam Ridha as.

Baca lebih lanjut

Kasih Sayang dalam Perangai Rasulullah Saw

Kasih Sayang dalam Perangai Rasulullah Saw

 

 

 

Oleh: Ayatullah Muhammad Ali Taskhiri

 

“Muhammad Saw adalah hamba dan nabi-Nya, orang pilihan yang dipilih-Nya. Kemuliaannya tak dapat dibandingkan, kepergiannya tak dapat digantikan. Beliau menerangi berbagai negeri setelah sebelumnya berada dalam kesesatan yang gelap dan kejahilan yang merajalela.”

 

Sebelum berbicara panjang lebar tentang aspek yang penting dalam kepribadian Rasulullah Saw ini, sebaiknya saya sebutkan beberapa poin berikut:

Baca lebih lanjut

Karunia Rasulullah Saw

Karunia Rasulullah Saw

Imam Ali Khamenei

Sebagai pribadi, Rasulullah saw. berada di puncak piramida alam cipta; baik pada dimensi-dimensi yang bisa disentuh pikiran manusia seperti; akal, kreatifitas, kecerdasan, kemuliaan, kelembutan, toleransi, ketegasan dan nilai-nilai luhur insani lainnya, ataupun pada dimensi-dimensi di atas tingkat ketajaman pikiran; yaitu dimensi-dimensi yang merefleksikan tempat penampakkan ism a’zham ‘nama teragung’ Al-Haq pada wujud Rasulullah yang agung dan martabat kedekatannya di sisi Al-Haq. Dari dimensi-dimensi terakhir ini kita hanya mendengar sebuah nama dan sekilas gambaran; kita hanya sadar bahwa hakikatnya semata-mata ada pada ilmu Al-Haq dan awliya’ besar.

Baca lebih lanjut