Mama-Mama Yang Enggak Suka Marah

By: Dina Y. Sulaeman

Ada satu kalimat salah kaprah yang kadang saya ucapkan kalau saya sudah spanneng, ke anak-anak: “Coba tanyain ke temen-temenmu.. ada enggak mama-mama yang nggak suka ngomel kalau anaknya nggak nurut..?”

Waduh..secara logika dan ilmu parenting ini jelas kalimat yang salah banget… Pertama, kalau saja semua mama di dunia suka marah, apa itu artinya perbuatan marah ke anak bisa dibenarkan? Kesalahan yang diperbuat mayoritas orang tidak bisa membuat kesalahan itu jadi kebenaran. Kedua, mengapa mama-mama harus marah kalau anaknya nggak nurut? Mama mau mendidik anak penurut (dan kelak jadi manusia ‘yes bos’ melulu) atau anak kritis sih?

Baca lebih lanjut

Wawancara Dina Sulaeman dengan Jurnalis Syria

Home » Tokoh » Wawancara » Wawancara Dina Sulaeman dengan Jurnalis Syria

Wawancara Dina Sulaeman dengan Jurnalis Syria

By : Muhsin Labib

wawancara1

Dina Y. Sulaeman*

Atas jasa seorang teman, saya terhubung dengan seorang jurnalis senior Syria. Atas seizin sang jurnalis, perbincangan saya dengannya saya tuliskan di sini. Namun untuk menjaga keamanannya, identitasnya tidak bisa diungkap. Foto yang saya saya taruh di sini pun saya samarkan pada bagian wajahnya. Kita sebut saja namanya Mr. As-Souri. Sebenarnya, pertanyaan yang saya ajukan kepadanya hanyalah sekedar konfirmasi atas apa yang sudah saya ketahui selama ini. Namun perbincangan ini memiliki nilai penting karena –dalam penelitian ilmiah dengan metode kualitatif—perbincangan saya dengannya bisa disebut sebagai ‘data primer’.

Baca lebih lanjut

Rezeki dan Pernikahan

Rezeki dan Pernikahan

By: 

Hari Jumat, ibu pemilik kontrakan datang (saya mengontrak rumah untuk kegiatan TK Rumah Qurani yang saya kelola, lokasinya dekat rumah saya). Waduh, tak terasa, sudah datang lagi masa bayaran. Masih ada tenggang waktu sampai Mei sih… tapi… hwaa… mau cari uang kemana ya? Tapi suami saya selalu tenang dan optimis, dan berkata, “Insya Allah nanti Allah yang ngasih.”

Baca lebih lanjut

Pidato Ahmadinejad dalam ” Women and Islamic Awakening Conference in Tehran ”

Oleh : Dina Y. Sulaeman

“Dalam penciptaan asali, manusia itu satu, namun dalam perubahan sosial, peran perempuan dan laki-laki berbeda. Saya berkeyakinan bahwa dalam perubahan sosial, peran perempuan itu lebih penting, lebih berpengaruh, dan lebih abadi dibandingkan peran laki-laki. Saya meyakini bahwa Allah menciptakan perempuan dengan keistimewaan yang luar biasa dan karena keistimewaannya inilah perempuan memiliki tanggung jawab dan misi yang sangat berat
Baca lebih lanjut

Makalah Seminar Internasional Tentang Perempuan Muslim

Berikut beberapa soft file makalah dalam Int’l Seminar, “Islamic World: Women’s Role and Responsibility of Muslim Women” 17 Des 2011 di Univ. Muhammadiyah Jakarta.

Pembicara yang hadir 11 orang, dibagi dalam 3 komisi.

Comission 1 :
The Views of the Leader of the Islamic Republic of Iran (Imam Khomeini and Imam Khamene’i) about Women
Speakers :

Baca lebih lanjut

Pesan Pemimpin Iran, Ayatullah Khamenei, Menyusul Pembantaian Sadis Warga Palestina di Gaza

Bismillahirrahmanirrahim
Innalillahi wa Inna ilahi raji’un

Kejahatan besar yang dilakukan Rezim Zionis Israel di Gaza dan pembantaian ratusan warga; laki-laki, perempuan, dan anak-anak yang tertindas, sekali lagi menunjukkan wajah bengis serigala-serigala zionis yang haus darah dan membuka kedoknya yang selama bertahun-tahun tersembunyi di balik tabir kedustaan. Kejahatan ini sekaligus menjadi peringatan bagi mereka yang lalai dan para pencari ‘damai’, akan bahaya besar dari kehadiran kelompok kafir harbi ini di jantung negeri umat Islam. Duka yang ditimbulkan oleh pembantaian sadis ini sangat memukul hati setiap insan Muslim, bahkan menyentak siapa saja yang memiliki hati nurani dan kehormatan, di manapun dia berada. Akan tetapi duka yang lebih besar dari itu adalah sikap bungkam bernuansa dorongan yang ditunjukkan oleh sejumlah rezim Arab dan yang mengaku menjadi bagian dari dunia Islam. Bukankah para penguasa negeri-negeri Muslim sepatutnya membela warga Gaza yang tertindas dan berhadap-hadapan dengan rezim perampas, kafir dan agresor, bukan malah menunjukkan sikap yang membuat para pejabat zionis menyebut mereka sebagai pihak yang setuju dengan kejahatan besar itu. Adakah petaka yang lebih besar dari ini?

Baca lebih lanjut

Siapa di Balik Konflik Lebanon?

Oleh: Dina Y. Sulaeman

*Please honour the copyright, jangan asal copy-paste*

Lebanon bergejolak lagi. Jumat malam (23/11), Presiden Lebanon, Emile Lahoud, telah sampai pada akhir masa jabatannya (dimulai sejak tahun 1998, masa jabatan 6 tahun, lalu atas perintah parlemen, menyusul masa krisis tahun 2004 akibat tewasnya Rafiq Hariri, Lahoud diberi mandat untuk menjabat selama tiga tahun lagi). Namun, inilah untuk pertama kalinya dalam sejaran Lebanon, seorang presiden mengakhiri masa jabatannya ketika Parlemen belum berhasil menetapkan presiden baru. Sistem politik di Lebanon menetapkan bahwa Presiden harus dijabat oleh seorang Kristen (dan dipilih oleh parlemen), perdana menteri  harus dijabat oleh seorang Sunni dan ketua parlemen ada di tangan seorang Syiah.

Baca lebih lanjut

Tabel Sejarah Palestina

Oleh : Dina Y Sulaeman

Tabel ini saya terjemahkan dari buku “Paydari-ye Filistine”, disusun oleh Persatuan LSM Pendukung Palestina, Teheran.

Ada beberapa bagian di dalamnya yg kurang jelas, misalnya penyebutan “Arab Kan’an” pada tabel baris pertama, sementara di bagian selanjutnya disebutkan bahwa Arab adalah keturunan nabi Ibrahim. Saya pribadi menilai

perdebatan ttg siapa sesungguhnya nenek moyang yg lebih dulu hidup di tanah Palestina, apakah Yahudi atau Arab yg lebih berhak hidup di sana, adalah perdebatan yg tak membawa manfaat.

Baca lebih lanjut

Analisis Kemenangan Hizbullah

oleh: Dina Sulaeman

Perang Lebanon telah usai. Meski menorehkan banyak luka, derita, dan kehilangan, rakyat Lebanon menyambut kemenangan ini dengan suka cita. Masyarakat Dunia Arab juga gembira. Kemenangan Hizbullah melawan agresi Israel, yang sering disebut-sebut sebagai kekuatan militer nomor satu di Timur Tengah, seolah-olah telah mengembalikan muka Dunia Arab. Sebagaimana diketahui, pada tahun 1967 Israel secara tiba-tiba melakukan serangan terhadap wilayah Mesir, Syria, Jordan. Hanya dalam waktu enam hari, ketiga negara yang menjadi representasi perlawanan bangsa Arab terhadap Israel itu, kalah telak. Namun kini, sebuah kekuatan milter yang sederhana dari segi peralatan tempur ternyata tidak bisa dikalahkan Israel, meski rezim ini sudah menghabiskan dana antara 95-115 juta dollar AS per hari selama 34 hari perang. Bukan hanya Dunia Arab, Dunia Islam secara umum pun bangkit harga dirinya dan meraih keyakinan kembali bahwa Israel bukanlah negara tak terkalahkan, sebagaimana yang selama ini menjadi mitos.

Baca lebih lanjut

Menatap Wajah Hezbollah dari Iran

Oleh: Dina Sulaeman

Sejak meletusnya perang di Lebanon, suasana perang amat terasa di Iran, terutama jika kita banyak menonton televisi. Betapa tidak, tiap sebentar diputar filler (film pendek) berisi adegan-adegan perang, dilatarbelakangi lagu-lagu heroik berbahasa Arab. Pidato Sayid Hasan Nasrallah, pemimpin Hezbollah Lebanon, yang berisi ancaman-ancaman terhadap Israel disiarkan live atau siaran tunda. Laporan-laporan reporter televisi Iran disampaikan secara live dari Lebanon, bahkan ada reporter yang melaporkan kondisi terakhir dengan diiringi suara bom beruntutan dan asap hitam di belakang punggungnya. Setiap hari, berita channel satu pukul sembilan malam akan dimulai dengan kalimat, “Perjuangan hari kesekian (ketiga.. ke sembilan..ke duapuluh)…” lalu mengabarkan kondisi terbaru di medan perang.

Baca lebih lanjut

Mengapa Kaum Muslimin Sedunia Harus Membela Palestina?

Oleh: Dina Y. Sulaeman

Hari Jumat tanggal 20 Oktober lalu, sebagaimana Jumat-Jumat terakhir lainnya di bulan Ramadhan selama 27 tahun terakhir, jutaan orang Iran turun ke jalan-jalan dan melakukan demonstrasi membela Palestina, yang diberi nama demonstrasi Yaumul Quds. Namun tahun ini, demostrasi itu lebih besar dan punya kesan lebih dalam dari tahun-tahun sebelumnya karena dilakukan tak lama setelah Hizbullah berhasil meruntuhkan mitos tak terkalahkan yang selama ini disematkan di dada Israel. Yel-yel marg bar Israel (kematian bagi Israel),marg bar Amrika (kematian bagi Amerika) dipekikkan di berbagai kota di Iran.Di Teheran, tampak sebuah spanduk raksasa menampilkan foto Sayid Hasan Nasrullah dan bertuliskan “Israel lebih rapuh dari rumah laba-laba” digotong beberapa orang. Seperti tahun-tahun sebelumnya, para peserta demo menunaikan sholat Jumat bersama-sama dan membentuk shaf panjang, yang di Teheran bisa mencapai puluhan kilometer.

Baca lebih lanjut

Holocaust: Mitos atau Fakta?

oleh: Dina Sulaeman

Kalau Eropa memang bersalah membantai kaum Yahudi pada PD II, lalu mengapa Palestina yang harus menanggung akibatnya? Seharusnya Eropa menyediakan tanah di wilayahnya sendiri untuk mendirikan negara Israel.

Kalau pembantaian itu tidak pernah ada, lalu mengapa Eropa mendukung pendirian negara Israel di atas tanah Palestina dengan alasan kemazluman bangsa Yahudi pada PD II?

Baca lebih lanjut

Dua Suara Miring dari KTT GNB Tehran


Oleh: Dina Y. Sulaeman*

Usai sudah Konferensi Tingkat Tinggi Gerakan Non Blok (KTT GNB) ke-16 di Tehran. Meskipun selama 30 tahun terakhir AS telah mengucurkan sangat banyak energi dan dana untuk menjadikan Iran sebagai pariah dalam pergaulan internasional, kehadiran top official dari 120 negara di Tehran membuktikan kegagalan upaya itu. Menjelang KTT, berbagai upaya propaganda dilancarkan untuk mencegah kehadiran tokoh-tokoh dunia ke Tehran. PM Israel, Netanyahu menyebut KTT GNB sebagai ‘memalukan dan noda bagi kemanusiaan” dan AS terang-terangan menyatakan ketidaksetujuan kedatangan Sekjen Ban Ki Moon ke Tehran.

Baca lebih lanjut