Bila Sunni menganggap cerita-cerita yang membuka ‘aib’ para sahabat sebagai kufur, maka tidak akan ada lagi ahli sejarah dan ahli hadits yang tidak kafir (bagian 3)

Bila Sunni menganggap cerita-cerita yang membuka ‘aib’ para sahabat sebagai kufur, maka tidak akan ada lagi ahli sejarah dan ahli hadits yang tidak kafir (bagian 3)
by: syiahali

Enam Jenis Ghibah yang Diperbolehkan.
http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/khazanah/12/11/30/meaieg-enam-jenis-ghibah-yang-diperbolehkan

REPUBLIKA.CO.ID, Tidak semua jenis ghibah dilarang dalam agama. Ada beberapa jenis ghibah yang diperbolehkan, yaitu yang dimaksudkan untuk mencapai tujuan yang benar.

Tujuan tersebut tidak mungkin tercapai kecuali dengan ghibah. Setidaknya ada enam jenis ghibah yang diperbolehkan, yaitu yang dimaksudkan untuk mencapai tujuan yang benar, dan tidak mungkin tercapai kecuali dengan ghibah.
Baca lebih lanjut

Bila Sunni menganggap cerita-cerita yang membuka ‘aib’ para sahabat sebagai kufur, maka tidak akan ada lagi ahli sejarah dan ahli hadits yang tidak kafir (bagian 2)

Bila Sunni menganggap cerita-cerita yang membuka ‘aib’ para sahabat sebagai kufur, maka tidak akan ada lagi ahli sejarah dan ahli hadits yang tidak kafir (bagian 2)
by: syiahali

Inilah Ghibah yang Dibolehkan.

Menteri agama : Ada Enam Alasan Ghibah Bisa Dilakukan.

– Menyitir pendapat Abu Zakariya Yahya bin Syaraf an-Nawawi (penulis kitab Riyadhus Shalihin, red), Menteri Agama (Menag) mengungkapkan enam alasan atau tujuan diperbolehkan sebuah ghibah. Ghibah sendiri adalah informasi yang menjelekkan orang lain, dan menyiarkan kejelekan tersebut.
Baca lebih lanjut

Bila Sunni menganggap cerita-cerita yang membuka ‘aib’ para sahabat sebagai kufur, maka tidak akan ada lagi ahli sejarah dan ahli hadits yang tidak kafir (bagian 1)

Bila Sunni menganggap cerita-cerita yang membuka ‘aib’ para sahabat sebagai kufur, maka tidak akan ada lagi ahli sejarah dan ahli hadits yang tidak kafir (bagian 1)
by: syiahali

Sikap Terhadap Sahabat.

Mengenai sikap terhadap sahabat, kaum Syi’ah berpegang pada Al-Quran dan Sunnah serta catatan sejarah. Bahwa diantara para sahabat ada juga yang lalim, seperti si munafik ‘Abdullah bin ‘Ubay dengan kelompoknya yang berjumlah 300 orang yang melakukan desersi sebelum perang Uhud. Lihat buku-buku sejarah Islam, seperti “Riwayat Hidup Rasulullah SAW” karangan Abul Hasan Ali Al-Hasany an-Nadwy, terjemahan Bey Arifin dan Yunus Ali Muhdhar, hal. 213 atau Ibnu Hisyam, “Sirah Nabawiyah” jilid II, hal. 213.
Baca lebih lanjut

Beberapa Penyimpangan Riwayat

  1. BAB: NIAT AKAN BERBUAT KEBAIKAN DICATAT BAIK, DAN NIAT AKAN BERBUAT DOSA TIDAK DICATAT APA-APA

81. Ibnu Abbas r.a. berkata: Nabi saw. dari apa yang diriwayatkan dari Allah azza wa jalla, bersabda:  Sesungguhnya Allah menetapkan kebaikan dan keburukan kemudian menjelaskan keduanya, maka siapa yang niat akan berbuat kebaikan (kebaikan) lalu tidak dikerjakannya dicatat untuknya satu kebaikan, dan bila dikerjakannya dicatat oleh Allah sepuluh kebaikan, dapat bertambah hingga tujuh ratus kali, dan dapat berlipat lebih dari itu.  Sebaliknya, jika niat akan berbuat keburukan (dosa) lalu tidak dikerjakan, dicatat untuknya satu kebaikan yang cukup (sempurna), dan bila niat lalu dilaksanakan maka dicatat satu dosa.  (Bukhari, Muslim).

Baca lebih lanjut