Zainab Al-Kubra; Singa Karbala

Zainab Al-Kubra; Singa Karbala

Oleh: Euis Daryati

Sayyidah Zaenab as 2

Sayyidah Zainab al-Kubro tumbuh dan berkembang di rumah tempat para malaikat berlalu lalang. Di rumah tempat nama-nama suci Allah selalu dikumandangkan, yang para penghuninya merupakan pengejawantahan segala kesempurnaan; kezuhudan, keberanian, kedermawanan, ahklak mulia, penghambaan, keadilan dan segala sifat sempurna lainnya. Kakeknya Rasulullah saw. yang merupakan manusia tersempurna di alam semesta dan penghulu para nabi cukup memberikan pengaruh positif pada pertumbuhan kepribadian beliau. Nabi Muhammad saw. senantiasa memperhatikan para putra dan putri Sayyidah Fathimah Zahro as dengan sepenuhnya serta mengasihi mereka.

Baca lebih lanjut

Selamat atas kelahiran Sayidah Zainab bt Ali bin Abi Thalib AS

Selamat atas kelahiran Sayidah Zainab bt Ali bin Abi Thalib AS

 ya zaenab as

oleh Sayid Abu Ali Fadaq

 

سم الله الرحمن الرحيم

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وآلِ مُحَمَّدٍ وعَجِّلْ فَرَجَهُمْ

  Baca lebih lanjut

Sayyidah Fathimah tidak berbai’at dengan Sayyidina Abu Bakar as Shiddiq ? – Jawaban untuk Pencari kebenaran –

Sayyidah Fathimah tidak berbai’at dengan Sayyidina Abu Bakar as Shiddiq ? – Jawaban untuk Pencari kebenaran –

by syiahali

 

Sayyidah Fathimah tidak berbai’at dengan Sayyidina Abu Bakar as Shiddiq ?

– Jawaban untuk Pencari kebenaran –

sebelumnya mohon maaf atas keterlambatan jawaban kami ini karena banyak kesibukan. dan karena permasalahan yang ditanyakan oleh “Pencari Kebenaran” -semoga demikian adanya, maka kami turunkan sebagai makalah tersendiri agar lebih bermanfaat bagi para pengunjung web ini  sekalian.

‘Ali As memohon kepada Fatimah untuk menahan diri dan bersabar demi menjaga risalah Islam yang suci ini

‘Ali As memohon kepada Fatimah untuk menahan diri dan bersabar demi menjaga risalah Islam yang suci ini

by syiahali

ya-fatimah.gifbelum habis penderitaan yang satu ini ia mendapat pukulan yang lebih berat lagi dari para sahabat yang bermain politik dan rakus akan kedudukan. Setelah mereka merampas tanah “Fadak” dan berpura-pura bodoh terhadap hak suaminya dalam masalah kekhalîfahan (kepemimpinan).

Baca lebih lanjut

Cucu Rasulullah saww

Cucu Rasulullah saww
 
KELAHIRAN YANG DIBERKATI
Setahun selepas keputeraan Imam al-Hassan bin Ali bin AbuTalib â€کa.s. iaitu pada hari ketiga bulan Sya’aban tahun keempat hijrah telah datang khabar penuh gembira kepada Rasulullah s.’a.w dengan kelahiran cucundanya al-Hussayn putera Fatimah az-Zahra â€کa.s. Setأ©lah menerima berita itu lantas bersegeralah Rasulullah s.’aw menuju ke rumah Fatimah dan Ali as. Sesampainya junjungan s. ‘a.w. ke sana lantas bersabda kepأ،da Asma’ binti â€کAmis; Wahai Asma’ berikanlah cucundaku itu kepadaku, lalu Rasulullah s.’a.w. rnemangku al-Husayn as. dan diletakkan di atas hamparan putih dan dengan penuh kesukacitaan Rasulullah s. â€کa.w. mengucup bayi itu dan melaungkan azan ditelinga kanan bayi yang mulia dan iqamat ditelinga kirinya dengan penuh kesukacitaan Rasulullah s. â€کa.w. meletakkan bayi itu di atas pangkuanأ±ya lalu menangis sehingga Asma’ pun bertanya; Mengapa dikau menangis wahai Rasulullah? Sabda Rasulullah s. â€کa.w. Aku mأ¨nangis keraأ±an cucunda aku ini. Lantas Asma’ bertanya Inilah bayi yang dilahirkan kena pada masanya. Rasulullah s. â€کa.w. bersabdأ، lagi; Wahai Asma’! Cucundaku ini akan. dibunuh oleh satu kumpulan penderhaka selepas kewafatanku dan mereka itu tidak akan memperolehi syafa’atku. Rasulullah s. â€کa.w. menyambung lagi Wahai Asma’ janganlah berita ini disampaikan kepada puteriku Fatimah kerana ini merupakan satu peristiwa yang dijanjikan pada masa kelahirannya [Dirujuk dari kitab I’lam al-Wara bi I’lam al-Huda karangan at-Tibrasi, bab Keutamaan Imam Abu Abdullah al-Husayn cetakan tahun 1379, hlm. 217]

Baca lebih lanjut

Bersama al-Husain Lanjutkan Missi Suci para Nabi

Bersama al-Husain Lanjutkan Missi Suci para Nabi

“Kematian ada dalam hidupmu yang ditaklukkan; dan kehidupan apa pada kematianmu yang menaklukkan (Ali bin Abi Thalib, kw).

Menurut Al-Qur’an, tugas para Nabi bukan hanya untuk mengajarkan ibadah dan doa. Missi mereka adalah “melepaskan mereka dari beban penderitaan mereka dan dari belenggu yang memasung kebebasan mereka” (QS 7: 157). Pada tahun-tahun pertama dakwahnya, Rasulullah SAW lebih banyak menyampaikan ktitik sosial ketimbang mengajarkan ibadat. Ia mengecam para tiran yang menyebabkan kesengsaraan rakyat, orang kaya yang mengabaikan derita orang miskin, dan orang besar yang merampas hak-hak orang kecil.

Baca lebih lanjut

Muharram: Benarkah Tahun Baru Muslimin ?

Muharram: Benarkah Tahun Baru Muslimin ?

(Oleh : Muhammad Anis Maulachela)

Sebentar lagi, InsyaAllah kita semua akan memasuki bulan Muharram. Sebagian besar kaum muslimin merayakannya sebagai awal Tahun Baru Muslim dengan penuh rasa suka, yang dibarengi dengan berbagai macam bentuk kegiatan. Apalagi didukung oleh riwayat yang bernuansa kebahagiaan, seperti selamatnya Nuh as dari banjir bandang, selamatnya kaum Musa as dari Fir’aun, dan sebagainya pada tanggal 10 Muharram (hari Asyura). Maka semakin lengkaplah kegembiraan bulan ini.

Baca lebih lanjut

Banjir Darah Hari Asyura

Banjir Darah Hari Asyura
 
Untuk sementara kalangan, hari Asyura saat itu adalah hari jihad, pengorbanan, dan perjuangan menegakkan kebenaran. Namun, untuk kalangan lain, hari itu adalah hari pesta darah, hari perang, dan hari penumpahan ambisi-ambisi duniawi. Akibatnya, terjadilah banjir darah para pahlawan Karbala yang terdiri anak keturunan Rasul dan para pecintanya.

Baca lebih lanjut

Malam Asyura

Malam Asyura

Malam ini adalah malam keterasingan Imam Husein as dan para sahabat serta keluarganya, karena mereka dikepung oleh pasukan Ibnu Marjânah dan Ibnu Sa’d yang memutus hubungan mereka dengan pihak luar; malam yang penuh dengan rintihan dan isakan tangis putra-putrinya yang masih kecil, karena mereka esok hari harus rela berpisah dari kekasih mereka.

Dalam kitab Iqbâl al-A’mâl, Sayid Ibnu Thâwûs ra menyebutkan beberapa doa dan shalat yang memiliki keutamaan tak terhingga untuk malam ini. Di antaranya:

Baca lebih lanjut

Imam Husain dan Air di Karbala

Imam Husain dan Air di Karbala

Oleh: DR. Asqar Furuqi

Imam Husein as sebagaimana kakek dan ayahnya tidak mempergunakan air sebagai senjata. Lebih dari itu, oleh beliau, air dipakai sebagai alat untuk menunjukkan wajah Islam yang sebenarnya dan bagaimana hubungan antar sesama muslim. Ketika Imam Husein as dan sahabat-sahabatnya ditemui oleh pasukan yang dipimpin oleh Hurr bin Riyahi, beliau memerintahkan pasukannya untuk memberikan air yang masih mereka miliki. Hal itu dilakukannya setelah melihat bagaimana pasukan Hurr begitu kehausan. Bahkan dalam sebuah riwayat disebutkan, Imam Husein as dengan tangannya sendiri memberi mereka minum.
Baca lebih lanjut

Nasib Musuh Imam Husein as: Ibnu Hauzah

Nasib Musuh Imam Husein as: Ibnu Hauzah

 

1. Ibnu Hauzah

 

Abdullah bin Hauzah Tamimi, anggota pasukan Umar bin Saat di Karbala yang suka menghina. Ia salah satu orang yang dikutuk langsung oleh Imam Husein as dalam peristiwa ini. Ia berasal dari kabilah Tamim. Sebagian buku sejarah menyebutnya Ibnu Hauzah dan yang lain menulis namanya Taimi.

Baca lebih lanjut

Nasib Musuh Imam Husein as: Asma Kharijah

Nasib Musuh Imam Husein as: Asma Kharijah

 

9. Asma Kharijah

 

Asma Kharijah merupakan bangsawan dan orang kaya Kufah serta tokoh dari kabilah Qais.

 

Sumber-sumber sejarah menyebutnya sebagai pribadi yang punya pengaruh dan pendukung Bani Umayah. Begitu getolnya ia mendukung Bani Umayah sehingga secara terang-terangan banyak orang yang menyebutnya Umawi al-Hawa, penyembah Umayah. Asma Kharijah memiliki posisi khusus di istana para khalifah yang sezaman dengannya. Bahkan ia termasuk orang dekat istana, pemberani dan orang Arab yang dermawan. Biasanya ia menjadi pelaksana wali kota dan sering mengintervensi peristiwa yang terjadi.

Baca lebih lanjut

Nasib Musuh Imam Husein as: Asad bin Malik

Nasib Musuh Imam Husein as: Asad bin Malik

 

8. Asad bin Malik

 

Asad bin Malik adalah manusia bejat dan pembunuh di Karbala. Ia termasuk orang-orang yang loyal Bani Umayah. Ada perbedaan dalam penukilan namanya. Ada yang menyebutnya Asid bin Malik dan ada juga yang menulis Asid bin Malik Hadhrami. Sebagian sejarawan seperti Ibnu Syahrasyub dalam al-Manaqib dan Sayid Mohsen Amin dalam A’yan al-Syiahberserta Qadhi an-Nu’man menyebut Asad bin Malik sebagai pembunuh Abdullah anak Muslim bin Aqil dengan dibantu oleh Amr bin Shabih Shaidawi. Dalam Ziarah Nahiyah Muqaddas Imam Mahdi af disebutkan:

Baca lebih lanjut

Nasib Musuh Imam Husein as: Arzaq bin Harits

Nasib Musuh Imam Husein as: Arzaq bin Harits

 

6. Arzaq bin Harits

 

Arzaq bin Harits merupakan seorang komandan dan pendukung Umar bin Saad di Karbala. Ada yang menyebut namanya adalah Arzaq bin Harb al-Shaidawi. Ia adalah orang yang mencegah kabilah Bani Asad membantu Imam Husein as.

Baca lebih lanjut

Nasib Musuh Imam Husein as: Akhnas bin Murtsad Hadhrami

Nasib Musuh Imam Husein as: Akhnas bin Murtsad Hadhrami

 

5. Akhnas bin Murtsad Hadhrami

 

Ia termasuk orang paling kejam dari laskar Umar bin Saad di Karbala. Di hari Asyura, Akhnas mengambil ammamah (sorban) Imam Husein as. Ia juga banyak melakukan kejahatan lainnya.

Baca lebih lanjut

Nasib Musuh Imam Husein as: Abul Janub Kufi

Nasib Musuh Imam Husein as: Abul Janub Kufi

 

 

2. Abul Janub Kufi

 

Abul Janub Kufi satu di antara anasir hina dan busuk Umar bin Saad yang menyerang Imam Husein as di Karbala. Namanya Abdurrahman Ju’fi dan bergelar Abul Janub, Abul Khanuq dan Abul Hatuf. Ia termasuk orang yang kuat dan kekar dan bertempat tinggal di Kufah.

Baca lebih lanjut

Nasib Musuh Imam Husein as: Abu Murhim Azdi

Nasib Musuh Imam Husein as: Abu Murhim Azdi

 

4. Abu Murhim Azdi

 

Abu Murhim Azdi adalah bagian dari pasukan Umar bin Saad dan pembunuh Muhammad putra Muslim bin Aqil.

 

Ibu Muhammad adalah seorang budak dan ayahnya Muslim bin Aqil. Muslim diutus Imam Husein as ke Kufah sebelum kebangkitan Karbala. Ia menyakiskan ketidaksetiaan orang-orang Kufah kemudian tertangkap dan mencapai syahadah.

Baca lebih lanjut