KISAH-KISAH SURAT AL-FATIHAH (4)

KISAH-KISAH SURAT AL-FATIHAH (4)

(Oleh: Ali Mirkhalaf Zadeh

HAQQUN NAS

Sayyid Hasyim Bahrani—semoga ridha Allah atasnya—seorang alim yang zahid mengisahkan:

Di Najaf al-Asyraf, ada seorang penjual minyak wangi yang sepanjang harinya, setelah menunaikan shalat Zuhur, selalu menasihati orang-orang di tokonya, dan toko itu tidak pernah sepi dari mereka.

Salah seorang anak raja India, yang saat itu bermukim di Najaf al-Asyraf, berniat untuk pergi keluar kota. Oleh karena itu, sebelum pergi, dia menitipkan sebuah kotak yang berisi batu-batu mulia dan sangat berharga. Setelah itu, barulah dia meninggalkan kota tersebut.

Sepulangnya dari bepergian, dia meminta kembali amanat yang dia titipkan padanya; si penjual minyak wangi itu mengingkarinya. Orang India itu bingung dan langsung meminta perlindungan pada makam Imam Ali—salam atasnya—seraya berkata, “Wahai Ali, telah kutinggalkan tempat asalku, ketenanganku, demi bermukim di sisimu. Aku telah titipkan seluruh hartaku pada si penjual minyak wangi itu, namun sekarang dia mengingkarinya. Hanya itulah harta yang kumiliki dan aku tak punya saksi yang dapat menguatkan pernyataanku; hanya engkaulah yang dapat menolongku dalam masalah ini.”

Malam harinya, Imam Ali–salam atasnya–datang dalam mimpinya dan berkata, “Ketika pintu gerbang kota dibuka, keluarlah, dan mintalah amanatmu kepada orang pertama yang kau lihat, niscaya dia akan memberikannya padamu.”

            Begitu dia bangun dan keluar dari kota, orang pertama yang dilihatnya adalah seorang lelaki tua yang taat beribadah dan zahid. Dia sedang memikul kayu bakar di atas pundaknya dan kayu itu hendak dijualnya untuk menghidupi istri dan anaknya. Orang India ini merasa malu untuk meminta haknya kepada lelaki tua itu. Dia lalu kembali ke haram (makam) Imam Ali–salam atasnya. Malam berikutnya, sama seperti sebelumnya, dalam mimpinya Imam Ali mengatakan hal yang sama. Dan keesokan harinya dia juga melihat si lelaki tua itu dan tidak berkata apa-apa.

Malam ketiga sama seperti malam-malam sebelumnya. Pada hari ketiga, dia melihat si lelaki tua itu lagi dan dia pun menceriterakan masalah itu padanya serta meminta amanat itu darinya.

Lelaki tua itu berpikir sejenak kemudian berkata, “Esok setelah shalat Zuhur, datanglah ke toko si penjual minyak wangi itu, nanti amanatmu akan kukembalikan.” Esok harinya, ketika semua orang berkumpul di toko si penjual minyak wangi, si abid itu berkata, “Biarlah hari ini saya yang memberikan nasihat kepada mereka.” Si penjual minyak wangi pun menerimanya.

Setelah itu, beliau berkata, “Ayyuhan nas, aku adalah si fulan putra si fulan. Aku sangat takut terhadap haqqun nas (hak manusia) dan karena taufik dari Allah Swt, di dalam hatiku tidak ada sedikit pun kecintaan kepada kekayaan duniawi. Aku adalah orang yang menerima rezeki yang Allah bagikan padaku dan aku suka mengisolasi diri. Dengan sifat yang kumiliki ini pernah terjadi padaku suatu peristiwa yang sangat tak mengenakkan. Hari ini aku ingin menceritakannya kepada kalian semua, agar aku dapat mengabarkan kepada kalian pedihnya azab Allah dan panasnya api Jahanam. Juga, aku dapat sampaikan sebagian di antara khabar-khabar hari pembalasan dan hari kiamat.”

“Ketahuilah, suatu hari aku terpaksa harus berhutang kepada seseorang; aku berhutang sepuluh qiran kepada seorang Yahudi dan aku berjanji akan mengembalikannya dalam tempo 20 hari; setiap satu hari aku harus mengembalikan setengah qiran kepadanya. Pada hari kesepuluh, aku sudah mengembalikan separuh dari hutangku. Namun, setelah itu aku tak melihatnya lagi. Aku pun menanyakan kepada orang-orang tentangnya. Orang-orang berkata, ‘Dia sudah pergi ke kota Baghdad.’ Setelah beberapa malam, di dalam mimpi, aku melihat seakan-akan kiamat telah tiba dan semua manusia dihadirkan untuk dihisab.”

“Dengan karunia Ilahi, aku termasuk orang yang selamat dan tergolong ahli surga. Aku langsung menuju ke surga. Sesampainya di Shirath, aku mendengar suara jeritan Jahanam dan kemudian aku melihat si Yahudi yang menghutangiku itu berwujud seperti kobaran api. Dia keluar dari Jahanam dan menghalangi perjalananku seraya berkata, ‘Berikanlah lima qiran, sisa hutang yang kuberikan padamu.'”

“Walaupun aku menangis dan merintih seraya berkata, ‘Aku selalu mencarimu untuk membayarkan sisa hutangku padamu, tetapi aku tidak menemukanmu.’ Dia tetap berkata, ‘Aku takkan membiarkanmu pergi, berikan sisa hutangmu lalu pergilah.’ Aku berkata, ‘Di sini aku tidak memiliki apa-apa.’ Dia berkata, ‘Kalau begitu, biarlah aku meletakkan satu jariku di tubuhmu.’ Aku pun menerimanya. Begitu dia meletakkan satu jarinya di dadaku, karena panasnya jari tersebut, aku pingsan dan terbangun dari tidurku. Bekas jari itu masih melukai dadaku dan sampai sekarang masih terasa sakit. Usaha apapun yang telah kulakukan untuk menyembuhkannya, tetap saja tidak membuahkan hasil.”

Kemudian, dia membuka dadanya dan menunjukkannya kepada hadirin. Orang-orang langsung menjerit dan menangis begitu melihat pemandangan tersebut. Si penjual minyak wangi itu pun merasa takut pada pedihnya azab kiamat. Kemudian, dia membawa orang India itu ke rumahnya dan mengembalikan amanatnya serta meminta maaf kepadanya.

           

Bukalah pintu-Mu karna aku berlindung pada-Mu

            Kudatang pada-Mu dengan dada terbakar api penyesalan

            Kalaupun usiaku terbuang dalam hawa nafsu

            Kudatang sambil membawa hati yang tersesat ini

            Hatiku slalu terpengaruh fatamorgana yang dilihatnya

            Kini burung kecil buas ini tlah kukeluarkan dari sumur dosa

            Bukalah pintu gerbang ampunan dengan tangan-Mu sendiri

            Kudatang pada-Mu dengan hati hancur dan gelimang dosa

 

(Athaullah Gerami)

 

 

KEPALA ORANG-ORANG KAFIR

Abu Thalhah berkata:

Ketika itu, saya bersama Rasulullah saww dalam sebagian peperangan. Perang pun berkecamuk dan front pertempuran antara kaum muslimin dan orang-orang kafir semakin memanas. Rasulullah saww mengangkat kepalanya seraya berkata, “Ya Malika Yaumid Din, iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in.”

            Pada saat bersamaan, saya melihat kepala orang-orang kafir terpisah dari tubuh mereka dan jatuh ke tanah, dan saya tidak melihat satu orang pun di antara kami yang menebas kepala mereka. Akan tetapi, orang-orang kafir itu, kalau tidak terbunuh, terluka, atau lari tunggang langgang. Saya bertanya kepada Rasulullah saww tentang apa sebenarnya yang telah terjadi. Beliau saww berkata, “Yang memenggal kepala mereka adalah para malaikat dan kalian tidak melihat mereka.

            Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa ketika seorang mukmin menemui jalan buntu dalam urusannya, kemudian dia tidak pernah meninggalkan zikir Maliki Yaumid Din, iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in, niscaya urusannya menjadi mudah.

Ya Rab, meski dosaku melampaui batas

            Tlah kututup pintu-pintu kemurahan hati-Mu

            Dengan semua ini, aku tak putus asa akan kemurahan hati-Mu

            Kini kukembali, bertaubat, dan kuakui aku tlah berbuat buruk

 

 

PEMEGANG KENDALI KIAMAT

Zuhari, seorang ilmuwan terkenal di zaman Imam Sajjad–salam atasnya— berkata, “Imam Zainal Abidin al-Sajjad–salam atasnya–berkata, ‘Aku takkan memiliki rasa takut selagi al-Quran bersamaku, meskipun semua manusia dan semua makhluk yang bergerak, yang ada di barat dan timur, meninggal dunia.'”

 

“Ketika beliau–salam atasnya–membaca surat al-Hamdu dan sampai pada ayat: Maliki Yaumid Din (Allah adalah pemegang kendali hari kiamat secara absolut), beliau mengulanginya berkali-kali, sehingga hampir saja tak sadarkan diri dan meninggal dunia.”

 

Bahagialah penyakit yang penyembuhannya adalah Engkau

Bahagialah jalan yang akhirnya adalah Engkau

Bahagialah mata yang melihat indahnya wajah-Mu

Bahagialah malaikat yang sultannya adalah Engkau

 

 

NAMA-NAMA HARI KIAMAT

 

Kami akan menyebutkan secara ringkas sebagian nama dan sifat-sifat hari kiamat yang terdapat dalam al-Quran dan riwayat-riwayat keluarga Rasulullah saww:

 

1.   Maliki Yaumid Din (Allah adalah Penguasa hari kiamat), surat al-Hamdu.

2.   Yaum al-Qiyamah (Hari Kiamat).

3.   Yaum al-Hasrah (Hari Penyesalan), surat Maryam: 39.

4.   Yaum al-Nadamah (Hari Penyesalan).

5.   Yaum al-Azifah (Hari yang Dekat), al-Mukmin: 18.

6.   Yaum al-Taghabun (Hari Ditampakkannya Kesalahan-kesalahan), al-Taghabun: 8.

7.   Yaum al-Fashl (Hari Dipisahkannya Orang-orang yang Baik dari yang Buruk), al-Dukhan:40.

8.   Yaum al-Jaza’ (Hari Pembalasan), al-An’âm: 93.

9.   Yaum al-Nafkhah (Hari Ditiupkannya Sangkakala), Thâhâ: 102.

10. Yaum al-Nasyr (Hari Dibukanya Catatan Amal Perbuatan Manusia), al-Takwîr: 10.

11. Yaum al-Wâqi’ah (Hari Terjadinya Peristiwa Besar), al-Wâqi’ah: 1.

12. Yaum al-Syahid wal-Masyhud (Hari Menyaksikan dan Disaksikan), al-Burûj: 3.

13. Yaum al-‘Ardh (Hari Dihadapkannya Makhluk pada Tuhannya), al-Hâqah: 18.

14. Yaum Tarjif al-Râjifah (Hari Ketika Bumi Bergerak dengan Sangat Dahsyat), al-Nâ’ât: 7.

15. Tsumma Turaddûna ila ‘آlimil Ghaibi wa al-Syahadah (Hari Dikembalikannya Makhluk kepada Allah yang Mahatahu yang Ghaib dan Nyata), al-Taubah: 94.

16. Tsumma Ruddû ilallah Maulahumul Haq (Mereka Dikembalikan kepada Allah, Penguasa Mereka yang Sebenarnya), al-An’âm: 62.

17. Yauma Yukhrajûna minal Ajdâtsi Surâ’an (Hari Ketika Mereka Dikeluarkan dari dalam Kubur dengan Cepat), al-Ma’ârij: 43.

18. Yaum Tarujjul al-Ardhu Rajjan (Hari Ketika Bumi Berguncang Keras), al-Wâqi’ah: 4.

19. Yaum Takunu al-Samâu Kalmuhli wa Takunul Jibâlu kal’ihni walâyusalu Hamîmun Hamîman (Hari Ketika Langit Menjadi seperti Luluhan Perak dan Gunung-gunung Menjadi seperti Bulu [yang Berterbangan], dan Tidak Ada Seorang Teman Akrab pun yang Menanyakan Temannya), al-Ma’ârij: 8.

20. Yauma Yaqûmu al-Rûhu Walmalaikatu Shaffan-shaffan (Hari Ketika Ruh dan Para Malaikat Berdiri Berbaris), al-Naba’: 38.

21. Yauma Yafirru al-Mar’u min Akhihi wa Ummihi wa Abihi wa Shâhibatihi wa Banihi (Hari Ketika Seseorang Lari dari Saudaranya, Ibu, dan Bapaknya, juga Saudara dan Anak-anaknya), ‘Abasa: 34.

22. Yauma Yaqumun Nasu li Rabbil ‘Alamin (Hari Ketika Manusia Berdiri di Hadapan Tuhan Seru Sekalian Alam), al-Muthaffifîn: 5.

23. Yauma Ta’ti Kullu Nafsin Tujadilu ‘an Nafsiha (Hari Ketika Setiap Jiwa Datang untuk Membela Diri), al-Nahl: 111.

24. Yauma Yab’atsuhumullahu Jami’an bima Amilu (Hari Ketika Semua Dibangkitkan Allah, lalu Diberitakan-Nya kepada Mereka Apa yang Telah Mereka Kerjakan), al-Mujadilah: 6.

25. Yauma Lâyughni Maulan ‘An Maulan Syaian walâhum Yunsharûn (Hari Ketika Seorang Karib Tak Dapat Memberi Manfaat kepada Karibnya Sedikit pun, dan Mereka Takkan Mendapat Pertolongan), al-Dukhan: 41.

26. Yauma Tubaddalul Ardhu Ghairal Ardhi wa al-Samawat (Hari Ketika Bumi Diganti dengan Bumi yang Lain; begitu pula halnya langit), Ibrahim: 48.

27. Wayauma Ya’adhdhu al-Zhalimu ‘ala Yadaihi (Hari Ketika Orang yang Berbuat Zalim Menggigit Kedua Jarinya), al-Furqân: 27.

28. Yauma La Yanfa’u Malun wala Banun (Hari Ketika Harta dan Keturunan Tidak lagi Berguna), al-Syu’ara’: 88.

29. Yaumul Jam’ [Yauma Yajma’ukum Liyaumil Jam’]  (Hari Dikumpulkannya Semua Manusia untuk Dihisab), al-Taghabun: 8.

30. Yauma Nabthisyul Bathsyatal Kubra (Hari Ketika Kami Menghantam Mereka dengan Hantaman Sangat Keras), al-Dukhan: 16.

31. Yaum Khamsina Alfa Sanah [Ta’rujul Malaikatu wa al-Ruhu Ilaihi Fiyaumin Kana Miqdaruhu Khamsina Alfa Sanah] (Hari Ketika Para Malaikat Menghadap dan Jibril (menghadap) kepada Tuhan dalam Sehari yang Kadarnya 50 ribu tahun), al-Ma’ârij: 4.

32. Yaumul Dzikr [Yatadzakkarul Insanu Ma Sa’â] (Hari Ketika Manusia Ingat akan Apa yang Telah Diusahakannya), al-Nâzi’ât: 35.

33. Yaumul Wa’îd (Hari Ancaman), Qâf: 20.

34. Yauma Tabyadhdhu Wujuhun wa Taswaddu Wujuhun (Hari Ketika Sebagian Wajah akan Memutih dan Sebagian Lain Menghitam), Ali Imran: 106.

35. Yauma Lâyanfa’u al-Zhalimina Ma’dziratuhum (Hari Tak Berartinya Penyesalan Orang-orang Zalim), al-Mukmin: 52.

36. Yauma Lâtamliku Nafsun Linafsin Syaian (Hari Ketika Seseorang Tak Berdaya Sedikitpun untuk Menolong Orang Lain), al-Infithâr: 19.

37. Yaum al-Mau’ûd (Hari yang Dijanjikan), al-Burûj: 3.

Inilah sekelumit di antara nama-nama serta sifat-sifat hari kiamat.

“Ya Allah, aku berlindung pada-Mu, janganlah Kau permalukan aku di hari itu, wahai Yang Mahamurahhati, wahai Yang Mahamurahhati, ampunilah aku, ampunilah aku, janganlah Kau singkap aibku, janganlah Kau singkap aibku.”

 

Kenapa Engkau tak punya pembahasan seputar kiamat

Yang merupakan salah satu rukun agama

Untuk kedua kalinya manusia baik pria dan wanita

Hidup kembali dengan jiwa raganya

Di hari Mahsyar kelak, semua manusia awal hingga akhir

Akan hadir untuk menerima balasan

Semua orang akan melihat timbangan balasannya

Mereka menerima balasan setimpal baik-buruknya perbuatan

Syafaat manusia-manusia-khusus Tuhan

Yang al-Quran bersaksi tentangnya

Yaitu orang yang tlah Kau bawa ke tempat ini

Akan Kau bawa pula di alam sana

Engkaulah Yang Menghidupkan kembali di hari Mi’âd

Sebagaimana yang tlah Kau ciptakan pertama kalinya

Bagi-Nya-lah kekuasaan semua alam

Sebagaimana yang tlah diciptakan-Nya kali pertama

Bagi-Nya-lah kekuasaan semua alam

Jalan kami menuju Dia sangatlah mudah

Janganlah hari Mahsyar menjadi lebih berat

Sehingga semua makhluk menjadi hidup

Ditegakkan di neraca keadilan

Hisab, Kautsar, dan syafaat

Balasan setiap perbuatan baik dan buruk

Sudah ada dan setiap orang kan mendapatkannya

Musyrik dan kafir pasti melangkah ke neraka

Dosa-dosa besar mereka adalah taruhan api neraka

Akan melangkah menuju surga dengan bangga dan bahagia

Setiap mukmin yang menjalankan sesuatu yang dijanjikan

Kenalilah harga usia dan kadar diri sendiri

Berusahalah sebisa mungkin melangkah di jalan kebenaran

(Mukaddam) menjadi bingung terhadap dirinya

Siapakah yang mengenal Zat Tuhannya

 

 

 

Iklan
By komunitasahlilbaitlombok Posted in Tafsir

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s