wahabi meninggalkan petunjuk ahlulbait demi uang Arab Saudi

wahabi meninggalkan petunjuk ahlulbait demi uang Arab Saudi

by syiahali

Merujuk kepada Al-Qur’an dan Petunjuk Ahlul Bait adalah Keniscayaan

kelompok takfiri memanfaatkan keadaan dengan menyebar isu untuk memecah belah kaum muslimin, wahabi meninggalkan petunjuk ahlulbait demi uang Arab Saudi. Orang makan enak (ustad wahabi) tetapi jamaahnya disuruh jualan madu, jamaah wahabi diperalat

.
“Tidak usah dihadapkan antara Syiah dan Suni.” kata Menteri AGAMA

Masyarakat dan pemerintah yang kita miliki harus masyarakat dan pemerintah yang berlandaskan pada semangat al-Qur’an. Pasar, perbankan, yayasan-yayasan dan kantor-kantor pemerintahan dan swasta harus bergerak dengan aktivitas Qur’ani. Qur’ani yang dimaksud adalah pemahaman al-Qur’an dengan merujuk kepada penjelasan para manusia sempurna dan maksum, tanpa merujuk kepada mereka, maka pemahaman Al-Qur’an yang didapat bukanlah yang sejati
.
Hari ini, setelah berlalunya waktu, kita tetap membutuhkan al-Qur’an dan petunjuk dari para Maksumin as. Semakin menjauh kita dari Al-Qur’an dan ahkam Islam maka persoalan-persoalan sosial yang akan kita hadapi juga akan semakin banyak dan rumit. Karenanya, dengan penuh keyakinan saya mengatakan, jika kita menghendaki masyarakat dan negara kita bisa keluar dari jeratan berbagai persoalan ekonomi, sosial dan keburukan akhlak maka tidak ada jalan lain selain merujuk kepada petunjuk dan bimbingan Al-Qur’an, kembali dan berpegang teguh terhadap nilai-nilai mulia yang terkandung dalam kitab yang penuh cahaya Ilahi tersebut
.

Menafsirkan Al-Quran Tanpa Ilmu

Imam Husein as berkata:

Jangan memasuki penafsiran al-Quran tanpa ilmu. Jangan membahas tentang tafsir al-Quran yang sulit, sehingga menimbulkan perselisihan. Karena saya mendengar kakekku bersabda, ‘Barangsiapa yang berbicara tentang al-Quran dan tidak punya ilmunya, maka tempatnya di neraka.” (Ibnu Babawaih, Qommi Shaduq, at-Tauhid, Tehran, Entesharaat Sadough, 1398 Hq, cet 1, hal 91)

Secara umum, setiap orang yang ingin menyampaikan pendapat tentang satu cabang ilmu, maka sudah barang tentu ia harus memiliki pengetahuan dan informasi yang cukup berkaitan dengan apa yang ingin disampaikannya. Tafsir al-Quran juga memiliki posisi yang sama. Bahkan ketika al-Quran memiliki posisi tersendiri, maka tafsir al-Quran juga dengan sendirinya harus memiliki perhatian lebih. Mereka yang ingin menafsirkan al-Quran harus sudah melewati sejumlah informasi dan pengetahuan pendahuluan.

Dengan demikian, tafsir al-Quran dan penjelasan terkait ayat-ayat yang sulit tanpa melewati tahapan yang diperlukan bagi seorang penafsir al-Quran, bukan saja merupakan perbuatan buruk, tapi dapat menyebabkan penyimpangan bagi dirinya dan orang lain. Bila sampai terjadi penyimpangan pada orang lain, maka secara perlahan-lahan akidah sesat akan menyebar di tengah masyarakat. Ketika penyimpangan telah menyebar, maka akan sangat sulit untuk memperbaikinya.

Itulah mengapa Imam Husein as dalam ucapannya dengan bersandar pada ucapan kakeknya, Rasulullah Saw menyebut akibat orang yang menafsirkan al-Quran tanpa ilmu akan dimasukkan ke dalam neraka jahannam.

 

Abuzzaman's Avataryaaa..memang banyak sekarang, media media tukang fitnah.Media dan web wahabi  yang koordinator liputannya didanai Arab Saudi dan Amerika  sepertinya memiliki kavling khusus untuk membahas isu-isu seputar “syi’ah” dari perspektif orang-orang yang anti “syi’ah”. Banyak artikel yang berbicara tentang isu “syi’ah” dengan nada nyinyir, ketus, stigmatif, dan semacam black propaganda

.
kenapa wahabi selalu menyerang syi’ah dengan aroma Black Propaganda ?? ; Kerajaan Saudi menyokong penyebaran dakwah “Wahabi” US$ 2 miliar setiap tahun. Pengikut Syeikh Muhammad bin Abdul Wahhab  itu bodoh, arogan, keras kepala dan doyan cewek cewek cantik berkedok ta’lim
.
wahabi memang merasa perlu untuk memerangi dakwah Syiah sebab mereka ini dianggap sebagai musuh paling sengit bagi wahabi. Agenda wahabi untuk menguasai negeri-negeri Muslim akan selalu terhalang, selama masih bercokol “syiah” disana
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s