Siapakah Sebenarnya Yang Mengatakan Mayoritas Sahabat Pasca Wafat Nabi Murtad?

Siapakah Sebenarnya Yang Mengatakan Mayoritas Sahabat Pasca Wafat Nabi Murtad?

by syiahali

Murtad versi syi’ah bukan murtad tulen, bukan kafir tulen, melainkan berbuat bid’ah

Gambar

SESEKALI SILAHKAN MAINKAN LOGIKAMU..

Polemik dalam garis besar sejarah Islam, adalah suatu catatan kelam yang telah memilih umat menjadi dua kelompok besar.
Kelompok pertama, adalah mereka yang telah didoktrinisasikan bahawa semua sahabat adalah jujur dan adil serta Allah dan RasuNya meridhai mereka semua. Kelompok ini, dalam rangka mengsucikankan seluruh sahabat, telah terjebak dengan tafsiran-tafsiran cetek al-Quran yang disajikan oleh ulama-ulama mereka, selain dari sajian ratusan jika tidak ribuan, hadis-hadis palsu keutamaan para sahabat yang semuanya saling bertentangan dengan al Quran, hadis-hadis sahih yang disepakati, maupun mantik yang sihat

.
Manakala kelompok kedua adalah mereka yang menggolongkan para sahabat berdasarkan ciri-ciri mereka:
a. Sahabat yang jujur dan bertakwa
b. Sahabat yang munafik
c. Sahabat yang menyakiti Nabi saaw dan selalu membangkang
Gambar

“Hai isteri-isteri Nabi, siapa-siapa di antara kamu sekalian yang mengerjakan perbuatan keji yang nyata, niscaya akan dilipat gandakan siksaan kepadanya dua kali lipat dan adalah yang demikian itu mudah bagi Allah.” (QS. 33, AL-AHZAB:30)

1> kira-kira ayat ini dapat ditujukan pada siapa?jika nyatanya sepeninggal nabi,ada seorang istri nabi yang bertindak yang menyebabkan matinya ribuan umat muslim dengan sia-sia dalam sebuah peperangan yang sangat memalukan,yaitu perang JAMAL..

2> jika menyebabkan kematian ribuan muslim yang sia-sia adalah sebuah tindak KEKEJIAN,apakah siksa dua kali lipat akan berlaku pada beliau istri nabi tersebut?sedangkan perkataan Allah itu tidak ada yang sia-sia dan semua janji Allah itu adalah Pasti..

3> seperti kita tahu bahwa istri nabi itu adalah IBU KAUM MUKMININ,,jika memang benar adanya seorang istri nabi yang berlaku keji dan Allah janjikan siksa dua kali lipat lebih berat baginya,,masih pantaskah beliau kita sebut sebagai IBU KAUM MUKMININ,,??

Gambar

ISLAM ITU SUCI SEMPURNA DAN DIRIDHAI

YANG DI BAWA DAN DITERUSKAN OLEH MANUSIA-MANUSIA SUCI SEMPURNA DAN DIRIDHAI PULA

Ayat Al-Tathir, Qs 33:33, “Sesungguhnya Allah bermaksud menghilangkan (segala) dosa daripadamu, hai ahlulbait, dan mensucikan kamu sebersih-bersihnya”,

Ketika ayat itu turun rasul memasukkan Ali, Fatimah, Hasan dan Huhsein ke dalam jubahnya, terkenal pula dengan hadits Kisa yaitu doa nabi kpd ahlul bait. Jadi yang dimaksud ahlulbait itu adalah Ali, Fatimah, Hasan, Husein.

(lihat kitab sumber riwayat Ummu salamah : al-Dur- al-Manthur karangan al-Suyuti, hadis dikeluarkan oleh al-Tabrãni daripada Umm Salamah, jilid 5 hlm 198-199; Sahih tirmidzi, jilid 13, hlm 246; Musnad Ahmad, jilid 6, hlm. 306; Usdu’l-Ghabah, jilid 4, hlm 29, ,jilid 2, hlm.298;Tahdzib at-Tahdzib,jilid12,hlm.297;Mustadrak ash-Shahihin,jilid2,hlm.416, jilid 3, hlm. 147; Sunan al_baihaqi, jilid 2, hlm 150;Tarikh Baghdad, jilid9, hlm.126;Musnad ahmad jilid 6, 292. Yang berasal dari ibnu Abbas: Musnad Ahmad, jilid 1, hlm.330; an-Nasai, Khashsa’ish, hlm.11;Muhibbuddin ar-Riyadh an-Nadhirah, jilid 2, hlm. 269; Majma’ az-Zawaid, jilid 9; hlm.119,207; Durru’-Mantsur dalam tafsir ayat Al-Quran 33:33. Dalam Riwayat Sa’ad bin Abi Waqqash, Sahih Muslim, jilid 7, hlm. 120, dan lain-lain).

Gambar

Nabi.saw bersabda “Aku akan menjadi saksi bagi Syuhada Uhud” Abu Bakar berkata “Bukankah kami saudara mereka? Bukankah kami masuk islam sebagaimana mereka?” Nabi.saw menjawab “Ya! TAPI AKU TIDAK TAU APA YG AKAN KAMU LAKUKAN SEPENINGGALANKU NANTI” Mendengar itu Abu Bakar menangis sejadi-jadinya. [Muwaththa’ Imam Malik, Vol.2, No.978]

.

Selama ini sejarah menstereotipekan Umar sebagai sang pemberani. Benarkah?
Kepengecutan Umar dalam Perang
(1) Dalam perang Uhud, saat Nabi terjepit, sebagian besar pasukan justru melarikan diri. Tinggal 73 orang yang berani berjihad melindungi Nabi dan 70 orang di antaranya tewas sebagai syuhada. Tiga orang selamat, yaitu Ali, Abu Dujanah al-Anshari dan Sahl bin Hunaif. Saat itu Ali memakai pedang Dzulfiqar karena Nabi telah terluka parah. Di mana Umar? Ternyata ia ikut lari lintang pukang meninggalkan Nabi.(Mishbah al-Anwar, hlm 314; I’lam al-Wara, hlm. 193; Bihar al-Anwar, jilid 20 hlm. 81-85; dll. buku Tarikh Islam yang berkualitas seperti Tarikh Thabari, jilid 2 hlm 514; Manaqib, jilid 3 hlm 124).
(2) Pada peristiwa Ahzab, saat Amr bin Abd Wudd menantang duel kaum muslimin, ternyata Umar ketakutan tidak berani meladeninya.
(Syarh Nahjul Balaghah, jilid 19 hlm. 60 (Sudah diterbitkan dalam bahasa Indonesia oleh Mizan) ; Irsyad al-Qulub, hlm 245; Mustadrak al-Hakim, jilid 3 hlm 33; Majma’ al-Bayan, jilid 8 hlm 33; dll.)
(3) Pada operasi militer terhadap Khaibar, karena sesuatu hal Nabi menyerahkan panji perang pada Umar. Umar pun membawa panji itu dan berangkat bersama sejumlah kaum Muhajirin. Tidak berapa lama, Umar lari lintang pukang meninggalkan pasukannya. Beginikah kualitas keberanian seorang pemimpin dalam peperangan, meninggalkan pasukannya hingga kocar-kacir?
(Tarikh Thabari, jilid 2 hlm 300; Sirah al-Halabiyah, jilid 2 hlm 43; dll)
(4) Banyak peristiwa lain yang justru menunjukkan sifat-sifat kepengecutan Umar, yang bila ditulis memerlukan berlembar-lembar kertas.

.

حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُوسَى أَخْبَرَنَا هِشَامٌ عَنْ مَعْمَرٍ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ لَمَّا حُضِرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ وَفِي الْبَيْتِ رِجَالٌ فِيهِمْ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ قَالَ هَلُمَّ أَكْتُبْ لَكُمْ كِتَابًا لَنْ تَضِلُّوا بَعْدَهُ قَالَ عُمَرُ إِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ غَلَبَهُ الْوَجَعُ وَعِنْدَكُمْ الْقُرْآنُ فَحَسْبُنَا كِتَابُ اللَّهِ وَاخْتَلَفَ أَهْلُ الْبَيْتِ وَاخْتَصَمُوا فَمِنْهُمْ مَنْ يَقُولُ قَرِّبُوا يَكْتُبْ لَكُمْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كِتَابًا لَنْ تَضِلُّوا بَعْدَهُ وَمِنْهُمْ مَنْ يَقُولُ مَا قَالَ عُمَرُ فَلَمَّا أَكْثَرُوا اللَّغَطَ وَالِاخْتِلَافَ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ قُومُوا عَنِّي قَالَ عُبَيْدُ اللَّهِ فَكَانَ ابْنُ عَبَّاسٍ يَقُولُ إِنَّ الرَّزِيَّةَ كُلَّ الرَّزِيَّةِ مَا حَالَ بَيْنَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَبَيْنَ أَنْ يَكْتُبَ لَهُمْ ذَلِكَ الْكِتَابَ مِنْ اخْتِلَافِهِمْ وَلَغَطِهِمْ 76.93/6818. Telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Musa telah mengabarkan kepada kami Hisyam dari Ma’mar dari Azzuhri dari ‘Ubaidullah bin Abdullah dari Ibn Abbas berkata, Dikala Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjelang wafat, yang ketika itu di rumah nabi ada beberapa pemuka yang diantaranya Ummar bin Khattab, beliau berkata: ‘Kesinilah, saya tuliskan untuk kalian tulisan yang sekali-kali kalian tidak bisa sesat selama-lamanya.’ Umar berkata, ‘Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menderita kesakitan dan di sisi kalian ada alquran, maka cukuplah bagi kita kitabullah.’ Ahlul bait menjadi berselisih dan bersengketa, di antaranya ada yang berkata ‘Tolong kalian mendekatlah sehingga Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam bisa menuliskan tulisan untuk kalian yang sekali-kali kalian tak akan tersesat selama-lamanya.’ Di antara mereka ada yang berpendapat sebagaimana ucapan Umar. Tatkala suara mereka semakin gaduh dan perselisihan semakin kencang di sisi Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, Nabi berkata: ‘Menyingkirlah kalian dariku! ‘ Ubaidullah berkata, ‘Ibn Abbas berkata, ‘Bencana dari segala bencana adalah yang menghalangi Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam untuk menulis catatan bagi mereka, karena mereka berselisih dan membuat kegaduhan.’

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ حَدَّثَنَا أَبُو عُمَرَ الصَّنْعَانِيُّ مِنْ الْيَمَنِ عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَتَتْبَعُنَّ سَنَنَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ شِبْرًا شِبْرًا وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ دَخَلُوا جُحْرَ ضَبٍّ تَبِعْتُمُوهُمْ قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى قَالَ فَمَنْ 76.50/6775. Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abdul Aziz telah menceritakan kepada kami Abu Umar Ash Shan’ani dari Yaman dari Zaid bin Aslam dari ‘Atha bin Yasar dari Abu Sa’id Al Khudzri dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: Sungguh, engkau akan mengikuti tradisi orang-orang sebelum kalian, sehasta demi sehasta, sejengkal demi sejengkal, hingga kalaulah mereka masuk liang biawak, niscaya kalian mengikuti mereka. Kami bertanya, Wahai Rasulullah, Yahudi dan nasranikah? Nabi menjawab: Siapa lagi kalau bukan mereka?

Gambar

Siapakah Sebenarnya Yang Mengatakan Mayoritas Sahabat Pasca Wafat Nabi Murtad?
1. Diriwayatkan dari Abdullah bn Mas’ud bahwa Rasulullah Saw Bersabda :“Aku akan mendahului kalian berada di telaga dan niscaya aku akan bertengakar dengan beberapa kaum, namun aku dapat mengalahkan mereka lalu aku berkata : Wahai Tuhanku, tolonglah sahabat-sahabatku. Lantas dikatakan : Sesungguhgnya kamu tidak tahu apa yang telah mereka perbuat sepeninggalmu.”
Hadis ini diriwayatkan di dalam :
– Shahih Bukhari , hadis no. 6089, 6090, 6527.
– Shahih Muslim, hadis no. 4250
– Ibn Majah, hadis no. 3048
– Ahmad bin Hanbal di dalam Musnad-nya, Jil. 1, hlm. 384, 402, 406, 407, 425, 439, 453, 455 dan Jil. 5 hlm. 387, 393, 400.
Oleh para ulama hadis Sunni, hadis ini diklasifikasikan sebagai hadis mutawatir.
Jika Anda masih tidak percaya akan apa yang saya paparkan di atas. Coba Anda klik ini : http://hadith.al-islam.com/bayan/display.asp?Lang=ind&ID=1322
Bunyi hadis di atas belum menjelaskan apa yang menyebabkan para sahabat Nabi tidak ditolong Allah Swt?

.

Mari kita lihat hadis berikut :
2. Diriwayatkan dari Asma binti Abu Bakar bahwa Rasulullah Saw bersabda :“Aku berada di tepi telaga untuk melihat siapa saja di antara kalian yang akan minum dari telagaku. Dan ada sekelompok manusia yang akan dihalangi lalu aku memohon : Wahai Tuhanku, mereka adalah sebagian dari diriku, dan termasuk umatku. Kemudia dikatakan : Tidak tahukah kamu apa yang telah mereka perbuat sesudahmu? Demi Allah! Mereka (yarji’uuna) langsung kembali kepada kekafiran sepeninggalmu. Kata seorang perawi, Ibnu Abi Malikah berdoa : “Ya Allah sesungguhnya aku memohon perlindungan kepada-Mu dari kembali kepada kekafiran atau dari cobaan terhadap agama kami.”
Hadis ini menjelaskan dengan tegas dan lugas bahwa sebagian besar para sahabat Nabi Saw langsung berbalik kafir segera setelah Rasulullah Saw. wafat. Hadis ini diriwayatkan di dalam :
– Shahih Bukhari, hadis no. 6104.
– Shahih Muslim, hadis no. 4245.
Jika Anda masih tidak percaya akan apa yang saya paparkan di atas. Coba Anda klik ini : http://hadith.al-islam.com/bayan/display.asp?Lang=ind&ID=1320

.

Nabi.saw bersabda “…..Dan sesungguhnya orang2 diantara SAHABATKU akan dikelompokkan ke dalam golongan kiri, lalu aku katakan “MEREKA SAHABATKU…! MEREKA SAHABATKU…!” Kemudian dikatakan kepadaku “Sepeninggalanmu MEREKA MURTAD dari aqidah mereka” …… [HR.Bukhari, Kitab Ahaaditsu al-Anbiyaa, No.3349]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s