NU dan Syi’ah dalam upaya dihancurkan oleh Kelompok yang mendapat kucuran dana besar dari Arab Saudi dan Qatar

NU dan Syi’ah dalam upaya dihancurkan oleh Kelompok yang mendapat kucuran dana besar dari Arab Saudi dan Qatar

by syiahali

MAKA KESIMPULAN DARI MASALAH YANG KAMI ANGKAT INI…..BAGI YANG MERASA MENCINTAI DAN MENJADI PENGIKUT ahlulbait, BERSIAPLAH UNTUK DIVONIS SEBAGAI AHLUL BID’AH OLEH KAUM wahabi, KARENA wahabi TELAH MENUDUH syi’ah  SEBAGAI AHLUL BID’AH YANG TERSESAT.

SEKARANG PERTANYAANYA: BAGAIMANA wahabi  AKAN MEMBELA NU SEDANGKAN NU SANGAT MENCINTAI DAN BAHKAN MENJADI PENGIKUT SETIA AJARAN NABI DARI PEMAHAMAN ahlulbait, SEDANGKAN wahabi MEMVONISNYA SEBAGAI AHLUL BID’AH

RELAKAH KITA DICINTAI DAN DIBELA OLEH ORANG YANG TELAH MENGHINA BAPAK KITA ATAU IBU KITA…SEDANGKAN INI YANG MEREKA HINA DAN LECEHKAN ADALAH PARA ahlulbait YANG MULIA YANG TENTUNYA LEBIH BERHAK UNTUH KITA MULIAKAN KEISLAMANNYA

Kelompok Salafi Anti Persatuan Gelar Seminar Kecam Syiah

Mesir:
Kelompok Salafi Anti Persatuan Gelar Seminar Kecam Syiah
“Saat ini kami menjadi saksi akan semakin pesatnya perkembangan dakwah Syiah di berbagai wilayah.”
 

 

ditengah kemelut politik dan keamanan negara yang masih dalam proses perbaikan, kelompok salafi garis keras Mesir justru menggalakkan kampanye Gerakan Anti Syiah. Ibarat memancing di air keruh

kelompok Salafi mengadakan seminar dengan tema,  ”Syiah adalah musuh, berwaspadalah!” dengan menampilkan beberapa penceramah seperti Syeikh Muhammad Ibrahim Manshur, Syeikh Husain Abu Khair, Syiekh Muhammad Farid dan Syiekh Sa’ad Zalhaf.

Dalam forum yang berlangsung di Masjid Nurul Iman (Barat Mesir) pada Ahad lalu, Muhammad Ibrahim Manshur yang merupakan mantan anggota Parlemen dan Perancang Undang-Undang Mesir berkata, “Syiah berada dalam fase pertama menarik orang awam ke arah mereka dengan propaganda kecintaan dan turut merasakan duka dan derita Ahlul Bait, setelah itu mereka akan menerangkan syubhat seperti “Barangsiapa yang mencintai Ahlul Bait akan ke syurga sebaliknya mereka yang tidak cinta Ahlul Bait akan ke neraka”.

Manshur turut mengakui pesatnya pengaruh Syiah dan perkembangannya di Mesir sambil berkata, “Saat ini kami menjadi saksi akan semakin pesatnya perkembangan dakwah Syiah di berbagai wilayah.”

Syeikh Muhammad Farid (Dosen Jurusan Hadis Institut Ibnu Taimiyah) dalam forum tersebut turut menjelaskan bahwa Khomeinisme mempunyai akidah yang aneh dan sesat. Katanya, “Masalah Tasyayyu’ amatlah sukar, bahaya Syiah terlalu besar bagi mereka yang awam dan tidak mengenali sejarahnya.”

Syeikh Sa’ad Zalhaf dalam penyampainnya turut membenarkan kesesatan Syiah sembari mengumbar, “Syiahlah yang hakekatnya yang membunuh Husain! mereka sentiasa mengkhianati umat Islam!”.

Di akhir forum, Syiekh Husain Abul Khair menunjukkan kepada peserta bukti-bukti yang disebutnya sebagai penyimpangan akidah Syiah dengan menayangkan beberapa klip video dan gambar.

Di antara tuduhan yang dilemparkan termasuklah syubhat lama yang telah dijawab oleh banyak ulama baik Syiah maupun ulama Ahlus Sunnah yang adil. “Syiah memiliki aqidah bahwa al-Quran telah diwahyukan kepada Ali sebelum diturunkan kepada Nabi Saw.” Umbarnya.

Gerakan anti Syiah tersebut semakin gencar menyebar fitnah terhadap Syiah setelah Ikhwanul Muslimin, cendekiawan dan mayoritas rakyat Mesir termasuk ulama-ulama universitas Al Azhar menyatakan tekad akan mempererat hubungan antara Kairo dan Teheran.

Kelompok yang mendapat kucuran dana besar dari Arab Saudi dan Qatar tersebut berusaha mencegah terjalinnya hubungan erat itu dengan menggalakkan propagan anti Syiah dan anti Iran.

Sementara itu Hazim Ismail, salah seorang aktivis Salafi yang menyebut diri mereka sebagai Pembela Sahabat telah mengecam Syiah dan menyamakannya dengan Majusi. Dalam sebuah debat beliau bersama tokoh Syiah Ahmad Rasim al-Nafis di stasiun televisi Akhir al-Nahar, beliau berkata, “Israel dan Yahudi adalah Ahli Kitab, Nabi Islam menjalinkan hubungan dengan Yahudi dan Kristian, namun tidak dengan Majusi.”

Beginilah Modus Upaya Perebutan Masjid NU

 Rabu, 27/03/2013 14:00
Mohon untuk PBNU untuk memberikan informasi dan pencerahan agar wahabi tidak terus menggerogoti amalan Warga NU.sehingga semua orang akan tahu mana yang benar dan mana yang hanya menimbulkan kekacauan dan fitnah.

Warga NU telah tersebar di seluruh pelosok Indonesia. Mereka berdakwah dengan membangun masjid, musholla serta madrasah untuk meningkatkan kualitas ibadah dan iman umat Islam sejak sebelum kemerdekaan Indonesia.

Dengan terbukanya Indonesia, bermunculan kelompok Islam baru yang berusaha mengembangkan ajaran mereka di Indonesia. Bukannya berdakwah kepada mereka yang belum berislam, mereka malah menyalahkan kelompok lain dengan menuduhnya bid’ah, khurafat, bahkan mengkafirkan dan mengklaim hanya aliran mereka sendiri yang benar. Mereka juga berusaha merebut masjid-masjid yang selama ini dirawat dan dipelihara oleh warga NU dengan tujuan mengganti amalan yang mereka yakini.

Dengan berusaha manarik simpati sebagai saudara sesama muslim, mereka berusaha memperdaya takmir masjid yang telah berkhusnudhon dan menyediakan tempat bagi mereka. Ketua Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) KH Abdul Manan Al Ghani menyampaikan beberapa modus yang mereka gunakan dalam proses mengambil alih pengelolaan masjid.

1. Terdapat orang yang datang atau sengaja mengontrak rumah di dekat masjid lalu aktif berjamaah sholat lima waktu di masjid tersebut dan memperkenalkan dirinya kepada jamaah lain serta pengurus masjid.

2. Lalu, orang tersebut mulai aktif ikut menjaga kebersihan masjid, sehingga mendapat simpati dari pengelola masjid.

3. Jika muadzin atau imam sholat kebetulan berhalangan, ia menawarkan diri untuk menjalankan tugas tersebut. Karena sudah dikenal, peran tersebut dengan mudah diterima pengurus masjid dan tidak dipertanyakan.

4. Ketika ada rapat pengurus, ia mulai aktif dan ikut memberi usulan, biasanya yang diusulkan adalah khotib Jum’at, yang berasal dari kelompoknya.

5. Langkah selanjutnya, ia akan semakin berusaha mendominasi dan mengajak teman-temannya membuat kegiatan di masjid tersebut. Ketika terjadi perubahan kepengurusan masjid, ia memasukkan orang-orangnya dalam kepengurusan.

6. Jika dirasa sudah mendominasi dalam kepengurusan dan kegiatan, ia akan menyingkirkan orang lama dan mengganti amalan ibadah masjid tersebut yang sesuai dengan alirannya. Di masjid tersebut, juga mulai kencang disuarakan bid’ah atau menyalahkan ajaran yang di luar alirannya serta melarang orang lain menjalankan kegiatan di masjid tersebut.

Kiai Manan mengingatkan agar pengurus masjid NU jika menemui modus-modus seperti itu dan menjaga eksistensi masjid tersebut. LTMNU siap membantu melakukan sertifikasi wakaf atas nama nadhir NU sebagaimana yang sudah dilakukan di sejumlah tempat sehingga kepemilikan masjid tersebut tidak berpindah tangan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s