Untaian Ayat-Ayat Al-Quran yang Dibaca Imam Husein as dalam Peristiwa Karbala

Untaian Ayat-Ayat Al-Quran yang Dibaca Imam Husein as dalam Peristiwa Karbala

 

Nabi Muhammad Saw telah meninggalkan dua pusaka abadi kepada umat Islam; al-Quran dan Ahli Bait, sembari menegaskan bahwa dua pusaka ini tidak akan terpisah hingga Hari Kiamat.

 

Ahli Bait merupakan penafsir al-Quran dan pada saat yang sama perilaku dan ucapan mereka menjadi penjelas ayat-ayat al-Quran.

Imam Husein as dan rombongan sejak bergerak dari Madinah hingga Karbala dalam pelbagai kesempatan membacakan ayat-ayat al-Quran dan pasca syahadah beliau ketika kepala suci beliau berada di ujung tombak musuh, masih juga membacakan ayat-ayat al-Quran.

 

Ketika Imam Husein as akan keluar dari Madinah, beliau membaca ayat, “Maka keluarlah Musa dari kota itu dengan rasa takut menunggu-nunggu dengan khawatir, dia berdoa: “Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dari orang-orang yang zalim itu”.” (QS. al-Qashas: 21)

 

Ketika Imam Husein as tiba di kota Mekah beliau membaca ayat yang berhubungan dengan Nabi Musa as ketika tiba di kota Madyan, “Dan tatkala ia menghadap kejurusan negeri Madyan ia berdoa (lagi): “Mudah-mudahan Tuhanku memimpinku ke jalan yang benar”.” (QS. al-Qashas: 22)

 

Imam Husein as saat mendengar berita syahadah Muslim bin Aqil, air matanya telah menggenangi pelupuk matanya, tapi dengan segera beliau membaca ayat, “Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka tidak merubah (janjinya).” (QS. al-Ahzab, 23)

 

Ali Akbar as ketika mendekati Karbala sempat mendengar Imam Husein as membaca ayat, “… Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun.” (QS. al-Baqarah: 156)

 

Diriwayatkan bahwa ketika Ubaidillah bin Hur al-Ju’fi tidak menerima ajakan Imam Husein as, ia mengatakan akan menghadiahkan kudanya kepada beliau, tapi Imam Husein as memalingkan wajahnya dari Ubaidillah dan berkata, “Ketika engkau tidak ingin mengorbankan jiwamua di jalan kami, maka kami juga tidak membutuhkan hartamu.” Setelah itu Imam Husein membaca ayat, “… Dan tidaklah Aku mengambil orang-orang yang menyesatkan itu sebagai penolong.” (QS. al-Kahfi: 51)

 

Para ahli sejarah dan ulama menukil bahwa pada saat-saat terakhir ketika pasukan musuh menyerang Imam Husein as, Sinan bin Anas memenggal kepala Imam Husein as dan setelah itu Khauli membawa kepala suci Imam Husein as kepada Ubaidillah bin Ziyad. Beberapa hari berlalu dan kepala syuhada Karbala bersama para tawanan di Kufah, Ubaidillah bin Ziyad memerintahkan agar 500 tentara menyertai para tawanan dan kepala syuhada ke Syam menemui Yazid bin Muawiyah. Kepala-kepala yang berada di atas tombak memasuki Syam dan dibawa ke hadapan Yazid bin Muawiyah.

 

Syeikh Mufid mengatakan, pagi-pagi keesokan harinya Ubaidillah bin Ziyad mengambil sebuah kepala dan memerintahkan agar kepala suci Imam Husein as dengan kepala syuhada Karbala dibawa keliling mengitari jalan-jalan kota Kufah.

 

Zaid bin Arqam meriwayatkan, pada hari itu saya melihat kepala-kepala syuhada Karbala dibawa mengelilingi gang-gang kota Kufah dalam kondisi tertancap tombak-tombak. Saya terduduk di sebuah kamar, dimana kepala Imam Husein as berada di sebuah tombak diletakkan di hadapan saya. Pada waktu itu saya mendengar kepala Imam Husein as membaca sebuah ayat dari surat al-Kahfi, “Atau kamu mengira bahwa orang-orang yang mendiami gua dan (yang mempunyai) raqim itu, mereka termasuk tanda-tanda kekuasaan Kami yang mengherankan?” (QS. al-Kahfi: 9)

 

Saat mendengar ayat itu, saya berkata, “Demi Allah! Kepalamu, wahai keturunan Rasulullah, lebih mengherankan dari apa yang terjadi pada Ashab Kahfi.”

 

Begitu juga diriwayatkan ketika para tawanan bersama kepala-kepala syuhada Karbala digiring ke arah Syam, di tengah jalan ada seorang Yahudi bernama Yahya Harrani menyambut rombongan itu. Tiba-tiba matanya tertumbuk pada sebuah kepala yang mulutnya komat-kamit seperti membaca sesuatu. Perawi mengatakan bahwa orang Yahudi itu mengatakan, “Saya semakin mendekati kepala itu dan berusaha ingin mendengar apa yang sedang diucapkannya. Pada waktu itu saya mendengar bibir itu membaca ayat, “… Dan orang-orang yang zalim itu kelak akan mengetahui ke tempat mana mereka akan kembali.” (QS. as-Syu’ara: 227)

 

Yahya yang melihat kenyataan itu benar-benar takjub dan bertanya kepala ini milik siapa? Mereka menjawab, “Itu kepala Husein bin Ali dan ibunya adalah Fathimah, anak perempuan Nabi Muhammad Saw.” Mendengar penjelasan itu, Yahya langsung memeluk Islam.

 

Diriwayatkan juga bahwa ketika kepala Imam Husein as ditancapkan di tombak, mulut beliau membaca ayat, “… Maka Allah akan memelihara kamu dari mereka. Dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. al-Baqarah: 137)

 

Imam Husein as adalah hamba Allah Swt yang khusus dan gugur syahid dalam kondisi terzalimi. Tidak aneh bila Allah Swt menunjukkan ayat-ayat al-Quran dan betapa zalimnya musuh-musuh dengan keramat yang dimiliki Imam Husein as ini. (IRIB Indonesia / Saleh Lapadi)

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s