Prinsip hidup menurut Imam Husain as

Prinsip hidup menurut Imam Husain as
Imam Husain as berkata :
“Keadaanku sebagai seorang manusia yang mana di atasku adalah semua ketentuan Allah, di depanku adalah neraka, mati mengejarku, hisab membayangiku, aku tergadai dengan segala amal perbuatanku, aku tidak mampu mewujudkan semua yang kuinginkan, aku tidak mampu menolak apa yang tidak kuinginkan, segala urusanku bukan di tanganku, tetapi di tangan Allah. Apabila Ia berkehendak, Ia akan menyiksaku. Dan apabila Ia berkehendak, Ia akan mengampuni (memaafkan) ku. Lalu siapa yang lebih miskin dari aku?”
Imam Ali as berkata :


“Hati-hati bermaksiat di tempat-tempat sunyi! Karena Yang Menyaksikan adalah Yang akan mengazabmu kelak.”
“Aku heran akan orang-orang yang tahu akan neraka, tapi mereka berebut ingin pergi ke neraka bukan menjauh dari neraka.”
Di balik kematian ada pertanggungjawaban.
Rasulullah saw bersabda :
“Orang yang paling pandai dan orang yang paling mulia adalah orang yang selalu ingat akan kematian dan mempersiapkan diri untuk kematiannya.”
Imam Ali as berkata :
“Matilah sebelum kalian mati.” Artinya adalah selalu ingatlah kematian.
Salman Al-Farisi ra berkata :
“Ada tiga hal yang mengherankan aku dan membuat aku tertawa yaitu :
1. Orang yang selalu berangan-angan di dunianya, sementara kematian mengejarnya
2. Orang yang alfa (lupa) sementara dia tidak pernah dilupakan dan selalu dipantau
3. Orang yang terus tertawa sementara dia tidak tahu apakah Allah ridha atau murka kepadanya.”
Rasulullah saw bersabda :
“Kalau kalian mau masuk surga, maka perpendeklah angan-angan (khayal), jadikan ajal kalian di depan mata kalian, dan malulah dengan sebenar-benar arti malu di hadapan Allah SWT.”
Imam Muhammad Baqir as berkata :
“Mati itu seperti tidur yang kalian lakukan di malam hari, hanya saja ia lama dan tidak pernah bangun sampai hari kiamat.”
Imam Ali as berkata :
“Persiapan untuk mati ialah melaksanakan segala kewajiban yang diperintahkan Allah SWT, meninggalkan segala yang dilarang oleh Allah SWT, dan berakhlak mulia (akhlak yang baik). Dengan tiga hal ini tidak aka nada hal lain yang lebih berarti dan dia sudah siap menjemput kematian.”
Rasulullah saw bersabda :
“Kalau kamu ingin melakukan sesuatu, pikirkan dulu akibatnya. Orang yang selalu memikirkan akibat, maka dia akan selamat.”
Imam Ja’far As-Shadiq as berkata :
“Aku yakin amal perbuatanku tidak ada pada orang lain, oleh karena itu aku sungguh-sungguh.”
Imam Ali Al-Murtadha as berkata :
“Dunia adalah ladang akhirat.”

Dirangkum dari Khotbah Ustadz Muhammad bin Alwi BSA Bangil

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s