Fathimah Binti Asad a.s – Wanita Agung ( mengenal Labih dekat Keluarga Ahlul Bayt Nabi)

Fathimah Binti Asad a.s – Wanita Agung ( mengenal Labih dekat Keluarga Ahlul Bayt Nabi)

 

Fatimah Binti Asad dilahirkan dalam sebuah rumah tangga yang merupakan pusat spiritualitas. Kakek nya Hashim b. Abd Manaf adalah pemimpin Quraish dan penjaga Ka’bah yang kaya dan murah hati. Hashim bin Abd Manaf menikah dengan seorang gadis dari keluarganya sendiri yang melahirkan anaknya, Asad, yang adalah ayah dari Fatimah binti Asad.

Keluarga Hashimi dalam suku Quraisy, adalah keluarga yang terpandang dan sangat terkenal dalam kebajikan moral serta ketinggian akhlaq diantara suku-suku Arab saat itu. Kemurahan hati, kedermawanan, keberanian dan begitu banyak kebaikan lainnya yang sudah melekat sebagai karakteristik Bani-Hasyim .

Fathimah binti Asad adalah seorang wanita luar biasa, yang berpegang dan mengikuti agama Nabi Ibrahim (AS). Dia percaya pada Allah dan bertindak sesuai dengan semua petunjuk ajaran nabi sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa ia dan suaminya, Abu Thalib, adalah seorang Muslim dari agama yang khanif yang kemudian membenarkan, melindungi dan mengikuti agama Muhammad, yang merupakan keponakan dan sekaligus anak asuh mereka.

Fatimah binti Asad adalah seorang wanita yang sempurna. beliau adalah ibu dan istri yang soleha yang telah merawat Muhammad (sebagai anak asuhnya) melebihi kecintaannya terhadap anak-anaknya sendiri. Beliau bekerja sama dengan Abu Thalib a.s dengan sepenuh hati telah merawat dan mendidik Rasulullah. Dan beliau adalah seorang ibu teladan dan sederhana di mana keselamatan dan kesejahteraan Muhammad [SAW] sangat diutamakan. Tidak heran kemudian Muhammad mencintai dan meninggikan kedudukan mereka.  Fatimah Binti Asad memiliki peranan istimewa dalam membentuk pribadi para Maksumim (AS) Muhammad (SAW), Imam Ali (AS), Fathimah Zahra (AS) dan untuk waktu yang singkat Imam Hasan (as) dan Imam Hussein (AS) juga. Dimana kedudukan dan peranan istimewa sebagai seorang Ibu bagi maksumin, tidak dimiliki wanita lain manapun di dunia ini . Fatmah Binti asad juga merupakan salah satu wanita pertama yang berhijrah ke Madinah.

 

 

 

 

Keluarga Fatimah Binti Asad

Pasangan Fatimah Binti Asad dan Abu Thalib memiliki empat anak laki-laki :

1. Talib

2. Aqeel

3. Ja’far dan

4. Ali (AS)

dan dua anak perempuan :

1. Umme Hani dan

2. Jumana

dan anak asuh yang diistimewakan, Mohammad SAWW

 

Di rumahnya lah pondasi dan kekuatan islam pertama dibentuk. Baik Muhammad, Nabi masa depan Islam, dan Ali, pahlawan masa depan Islam, lahir di rumahnya, dan mereka dibesarkan dalam naungan kasih sayangnya. Keduanya adalah “produk” pendidikan nya. Bersama Suaminya, Abu Thalib (AS), dia berbagi pandangan dalam mendidik dan memelihara Muhammad (SAW).

 

Syair Moulana Zafar Hasan Sahib dalam memuji Rumah keluarga Fatima Binti Asad dan Abu Thalib (AS)

“disinilah tempat Kenabian, disinilah tempat Imamah, disinilah tempat Wilayah, disinilah tempat Shahadah, dirumah Abu Thalib inilah telah dilahirkan semua kemuliaan”

 

Ibu Rasulullah SAWW, sayyidah Aminah a.s meninggal pada saat Muhammad masih kecil, dan Rasulullah  segera menemukan pengganti seorang ibu pada dirii Fatimah Binti Asad. Sehingga Nabi tidak kehilangan dan dapat merasakan cinta dan kasih sayang seorang ibu. Dalam rawatannya, Fatimah Binti Asad, memastikan bahwa Nabi (SAW) telah mendapatkan dan memiliki yang terbaik dari semuanya. Dia memberikan pakaian dan makanan yang terbaik. Ia memberinya cinta, kenyamanan dan keamanan di rumah dan suaminya melindungi  dan menjaga Muhammad dari semua musuh-musuh nya di luar. Di rumah ini Muhammad menemukan keamanan dan kedekatan emosional keluarga. Fatimah Binti Asad memasukkan anak-anaknya di tempat tidur Nabi Suci (SAW), sehingga ketika dalam keadaan yang berbahaya, Nabi (SAW) akan aman karena adanya perisai dari anak-anaknya. Dia mengorbankan anaknya demi Islam. Ketika Muhammad (SAW) meninggalkan Mekah, Imam Ali menggatikan beliau tidur di tempat ranjang Rasulullah , dan beliau merelakannya, Meskipun Ali (AS) berada dalam bahaya besar dan akan terbunuh.

 

Aqeel Ibnu Abi Thalib : dengan nama panggilan Abu Yazd. Dia adalah pejuang dan pahlawan dalam Pertempuran Mu’tah. Ia menjadi buta di usia tuanya. Ia meninggal pada usia 96. Putranya Muslim Ibn Aqeel adalah Shuhadah pertama Kerbala demikian juga dengan Ibrahim anak keduanya yang syahid di Kufah.

 

Ja’far Tayyar  : adalah seorang Jenderal terkenal. Dia memimpin pasukan Islam dalam pertempuran Mu’tah dan syahid dalam pertempuran yang sama. kedua lengan-Nya diputus dan dia memegang bendara panji Islam dengan giginya. Rasulullah bersabda bahwa beliau r.a adalah syuhadah yang memiliki sayap.

Fatima Binti Asad dan suaminya sangat menyayangi putranya Ja’far, dia mencintainya lebih dari yang lain karena ia sangat banyak menyerupai Muhammad [SAW] , dan sangat cerdas. Namun untuk kepentingan Islam mereka telah mengorbankan segalanya

Jakfar Attayar memiliki ketrampilan dan fasih dalam banyak bahasa, beliau sering menjadi juru bicara dan utusan nabi ke berbagai tempat untuk menerangkan islam. yang dengan ketrampilannya beliau telah membuka hati raja  Abyssinia ketika Quraisy bermaksud meminta menyerahkan umat Islam yang berada dikerajaan mereka.

Dia memiliki delapan anak. Putranya Abdullah menikah Zainab (SA) dan Mohammad menikah Umme Kulsoom (AS). Janab putra Abdullah bin Ja’far, Aun dan Mohammad mati syahid pada tanah-tanah Kebala.

 

Ali bin Abi Thalib (AS) : adalah anak termuda  Fatimah Binti Asad.

Kami hanya ingin menceritakan peristiwa besar yang berhubungan dengan Fatmah Binti Asad dan kelahiranImam Ali a.s

Menjelang tiga hari dari kelahiran Imam Ali, secara ajaib dinding ka’bah membukakan diri bagi Fatimah Binti Asad untuk tinggal di dalam ka’bah dan selama itu pula beliau mendapatkan makan buah dari surga.

Pada saat kelahiran Nabi Isa, ibunya Maryam a.s  mendengar suara yang berkata kepadanya untuk meninggalkan Baitul Muqaddas, tetapi ketika waktu kelahiran Imam Ali, terdengar suara yang berkata menyuruh dan mempersilahkan Fatimah binti Asad untuk memasuki Ka’bah

 

Pada hari Jumat, tanggal 13 bulan diberkati Rajab, 12 tahun sebelum pengangkatan Muhammad (saw) sebagai Rasulullah, Fathimah binti Asad merasa bahwa ia akan melahirkan anaknya. Dia datang ke Ka’bah Suci dan mulai tawaf sambil berdoa “Ya Allah, aku beriman kepada Engkau dan apa yang Engkau turunkan kepada Rasul Mu sebelumnya. Aku beriman pada apa yang telah dikatakan oleh kakekku, Ibrahim (AS ) yang membangun Ka’bah. Maka, demi yang membangun ka’bah ini, dan demi anak yang ada dalam kandunganku, aku bermohon pada Mu berikan aku kekuatan dan kemudahan dalam melahirkan anak ini, demi kebesaran dan kekuasaan Mu Ya Allah.

 

Fathimah binti Asad bersandar di dinding Ka’bah untuk beristirahat. Secara ajaib, dinding Ka’bah terbuka. Fathimah binti Asad masuk dan dinding menutup kembali. Abd ‘Abbas bin al-Muthalib, (SAW) paman Nabi menyaksikan keajaiban ini. Dia dan temannya bergegas ke pintu gerbang Suci, yang terkunci, dan sia-sia untuk mencoba  membukanya. Memahami bahwa Tuhan sedang bekerja di sana, ia dan rekan-rekannya berhenti ikut campur. Berita tentang kejadian ini segera menyebar ke seluruh Mekah.

 

Imam Ali (AS) lahir di dalam Ka’bah dengan mata tertutup dan tubuhnya dalam sujud rendah hati di hadapan Allah SWT. Fatimah binti Asad tinggal di Ka’bah selama tiga hari dan ketika hari keempat mendekati, ia melangkah keluar, membawa bayinya dalam pelukannya. Dia menemukan Nabi Suci (SAW) menunggu untuk menerima anak yang baru lahir dalam pelukan cemas nya. Jadi wajah pertama yang dilihat bayi Ali (AS)  adalah wajah tersenyum Rasul Allah, Muhammad (SAW).  Kelahiran Imam Ali di tempat terhormat dalam Ka’bah adalah menjadi hal yang unik dan luar biasa dalam sejarah dunia. Tidak ada seorang nabi atau orang suci yang pernah diberkati dengan kehormatan seperti itu.

Ini adalah fakta sejarah tak terbantahkan yang diakui oleh semua sejarawan bahwa Ka’bah Suci adalah tempat kelahiran Ali bin Abi Thalib (AS).

Kabar baik dibawa ke Abu Thalib dan keluarganya. Muhammad al-Mustafa (SAW) membawa bayi Ali ke rumah Abu Thalib, di mana ia sendiri dibesarkan.

 

Fatima Binti Asad mengatakan bahwa ketika ia berada di dalam Ka’bah, ia terus mendengar suara berkata, Nama anak ini Ali. Nama Ali adalah nama optimis dan mulia yang merupakan nama dari sifat Allah. Tidak ada seorang pun sebelum bernama Ali (AS), sementara Rasulullah memberikan nama untuk bayi tersebut adalah Khaidar.

Tidak ada sebelum atau setelah beliau yang pernah mendapat kehormatan lahir di dalam bangunan suci Ka’bah.

 

Saat-saat Pemakaman Jenazah Fatimah Binti Asad

 

Sekarang kita akan melihat bagaimana kesedihan yang amat sangat pada diri Rasulullah saat meninggalnya  Fatima Binti Asad (AS).

 

Anas bin Malik mengatakan bahwa ketika Nabi SAWW mendapat berita tentang kematian Fatimah binti Asad, dia langsung pergi ke rumahnya, duduk di sampingnya dan berdoa untuknya. Dia memberikan kemejanya untuk digunakan sebagai bagian dari kain kafan, beliau berdoa kepada Allah untuk mengampuni dan memberinya pakaian dari surga.

Nabi memeriksa sendiri persiapan kuburan dan dengan tangannya sendiri ia menempatkan Fatimah Binti Asad ke dalam kubur. Jadi Fatimah Binti Asad adalah salah satu orang yang diberkati secara langsung oleh Rasulullah atas prosesi pemakamnnya. Sesungguhnya, Rasulullah memberikan kain kafan untuk Fathimah Binti Asad (ibu yang sangat dimuliakan beliau) dengan jubahnya sendiri, ketika jasadnya selesai dimandikan, beliau SAWW mengusung jenazah di bahunya, dan beliau terus mengusung jenazah itu hingga ditempat kuburnya.

 

Kemudian Nabi Suci SAWW meletakkan usungan jenazah di dekat kubur, dan masuk kuburan dan berbaring di dalamnya. Lalu ia berdiri dan mengambil tubuh di tangannya dan meletakkannya ke dalam kubur. Lalu beliau meletakkan wajahnya  dan  berbisik padanya untuk waktu yang lama, dan membisikkan: “anak Anda, anak Anda”. Kemudian ia keluar, dan menghadap ke arah kuburan, dan orang-orang mendengar beliau (SAWW) berkata:  ‘Tidak ada Tuhan selain Allah. Ya Allah, kepadanya Engkau mempercayakan aku dan aku bersaksi bahwa sesungguhnya ia adalah sebaik-baiknya pengasuh ‘. Melihat apa yang semua Nabi lakukan, para sahabat bertanya: “Demi Allah, hari ini kami telah melihat Anda melakukan hal-hal yang belum pernah anda lakukan sebelu,nya!‘ Nabi (S.A.W) berkata:  “Hari ini saya kehilangan seorang yang sangat saya cintai : Sesungguhnya, ia begitu baik padaku, setiap kali ia memiliki hal yang baik, dia memberikannya padaku, daripada menggunakan untuk dirinya atau untuk anak-anaknya sendiri. Ketahui bahwa pada hari kiamat orang-orang akan dibangkitkan dalam keadaa telanjang, tapi untuknya, yang telah memberiku pakaian terbaik, maka Allah akan membangkitkannya dengan pakaian ku. Dan setiap mahluk akan mengalami azab kubur tapi untuknya Allah akan menyelamatkannya dari hal itu. untuk alasan ini maka saya berikan dia dari jubah kain kafan saya sendiri, dan aku berbaring di makamnya. Dan aku berlutut di dekatnya mengajarinya ( . jawaban dari) apa yang diminta Dan sesungguhnya, dia ditanya tentang Tuhannya, dan dia berkata, “Allah adalah Tuhanku”,. dan tentang Nabi, dan dia menjawab, “Muhammad (SAW)” Lalu dia ditanya tentang Wali dan Imam, lalui aku bilang “anak Anda, anak Anda” Dan dia menjawab, “Anak saya adalam Imam” Kemudian dua malaikat pergi dan berkata, “Kami tidak memiliki otoritas atas kamu, tidurlah selayaknya pengantin tidur (tanpa khawatir sama sekali). “Lalu ia meninggal lagi (yaitu, jiwanya diambil keluar dari tubuhnya lagi.)”

Inilah ungkapan dari Muhammad (SAW)  tentang Fathimah Binti Asad     “Semoga Tuhan memberkati jiwa mulia Anda, bagi saya Anda adalah ibu saya sendiri.. Anda memberi saya makan dan pakaian terbaik sementara Anda dan anak sendiri dalam keadaan lapar dan memakai pakaian seadanya. Tujuan Anda dalam melakukannya adalah untuk menyenangkan Allah dengan perbuatan Anda. Dia adalah orang paling baik hati kepada saya setelah Abu Thalib..”

 

Lalu Rasulullah menyampaikan Doa Untuk Fatimah binti Asad :“Ya Allah sesungguhnya kehidupan dan Kematian berada di tangan-Mu,Rahmati ibuku, Fathimah binti Asad, dan berilah sebuah rumah besar di Surga. Sungguh Engkau Maha Penyayang, maka Sayangilah dia, semoga Allah menjaga mu di bawah Perlindungan-Nya.”

 

Pengorbanannya

 

ketika Islam dihadapkan dengan serangan dan cobaan berat, maka semua keluarga Abutalib (AS)  yang berdiri sebagai perisai dan bersiap menanggung segala macam beban dan bencana, termasuk kematian dan pengasingan, mereka tetap tegardan tidak beranjak dari menjaga Islam. Siapa yang akan tidak mengakui pengorbanan Hazrat Ali (AS) dan Hazrat Jaffer-e-Tayyar (AS) dalam tahap awal Islam? Mereka selalu maju dalam segala bidang kehidupan di setiap arena, selalu siap untuk mengorbankan diri mereka di jalan Islam. Mereka adalah anak-anak Abu Thalib dan Fatimah binti Asad dan ini adalah gambar nyata pelayanan tanpa pamrih mereka. Bahkan di Karbala di banyak tempat contoh pengorbanan dan dedikasi mereka dapat dilihat. Dalam hal peristiwa-Karbala siapa pun dari Bani-Hasyim memiliki hak istimewa mencapai keshahidan ini, dan mereka adalah bunga-bunga indah nan mekar dari taman Abi Thalib dan Fatimah binti Asad.

 

Hari ini di mana pun atas nama Islam marilah kita bersaksi bahwa Islam dapat tegak dan bertahan adalah buah dari pengorbanan mereka. Surga Firdaus merindukan dan indah karena bunga-bunga dari RUMAH ABU THALIB DAN FATIMAH BINTI ASAD

 

Abudrrahman Shahab, 28 November 2010

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s