Warga Syiah Sampang Terancam Kelaparan

Warga Syiah Sampang Terancam KelaparanKOMPAS.com/TAUFIQURRAHMANWarga Syiah yang tinggal di penampungan terancam kelaparan setelah bantuan dari Pemkab Sampang dan Pemprov Jawa Timur distop.

SAMPANG, KOMPAS.com – Warga Syiah dari Desa Karang Gayam, Kecamatan Omben dan Desa Bluuran, Kecamatan Karang Penang, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, yang tinggal di penampungan gedung olahraga Sampang, terancam kelaparan.

Sebab, kini seluruh bantuan baik dari Pemerintah Kabupaten Sampang maupun Pemerinta Provinsi Jawa Timur sudah dihentikan. Sejak dua hari terakhir, ratusan pengikut Tajul Muluk itu terpaksa harus urunan agar bisa makan dan minum.

Kondisi itu ditegaskan Jumali, salah satu pengungsi Syiah, Sabtu (24/11/2012). Dari hasil urunan itu, makanan kemudian dimasak dan dimakan bersama secara terpisah antara laki-laki dan perempuan.

“Kalau bulan kemarin kita masih diberi bantuan bahan makanan mentah oleh pemerintah, kini kami benar-benar harus berusaha sendiri agar bisa makan,” kata Jumali.

Ditegaskan Jumali, jika kondisi yang sama terus terjadi, sementara warga tersebut tidak memiliki penghasilan, maka kelaparan bisa mengancam para pengungsi. Bagi pengungsi yang tidak punya uang untuk membayar urunan, maka diambilkan dari dana donatur.

“Dari donatur yang terkumpul sejak pertama kali warga Syiah mengungsi, sebagian kita sisihkan untuk membeli makan warga yang tidak punya uang,” ungkap Nadya, relawan yang turut mendampingi para pengungsi.

Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sampang, Imam Sanusi saat dikonfirmasi membenarkan jika bantuan dana dari Pemprov Jatim dan Pemkab sudah sudah habis dipakai sampai bulan kemarin. “Kalau sudah habis anggarannya kita tidak bisa berbuat apa-apa,” kata Imam.

Sampai akhir bulan November ini, bantuan yang sudah digelontorkan pemerintah untuk penanganan warga Syiah dan aparat keamanan yang berjaga di lokasi konflik di Sampang, mencapai lebih dari Rp 1 milyar. “Jumlahnya pengungsi 300 orang lebih dan ditambah petugas 1.100 orang. Mereka diberi makan tiga kali sehari sehingga anggaran yang ada sudah habis,” tandas Imam.

Kasus kerusuhan Syiah dan anti Syiah di Sampang meledak pada 25 Agustus 2012 lalu untuk ketiga kalinya. Satu korban tewas dari warga Syiah. Demi mengantisipasi kerusuhan susulan, Polres Sampang dan Pemkab Sampang, mengungsikan warga Syiah ke gedung olaharaga hingga saat ini.

Editor :
Glori K. Wadrianto

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s