Mengapa Bulan Ini Disebut Shafar?

Mengapa Bulan Ini Disebut Shafar?

 

 

 

 

Berdasarkan sebuah riwayat, pada bulan Shafar terjadi beberapa peristiwa seperti tibanya para tawanan Karbala tiba di Damaskus, gugur syahidnya putri Imam Husein as yang masih berusia 3 tahun dan pada 28 Shafar adalah hari wafatnya Rasulullah Saw. Sementara akhir bulan Shafar bertepatan dengan syahadah Imam Ridha as.

Mengapa disebut Shafar?

 

Terkait penamaan bulan ini dengan Shafar, ada dua jawaban;

 

1. Diambil dari kata “Shufrah” yang berarti kuning. Karena dimasa pemilihan nama bertepatan dengan musim gugur dan pada musim ini daun-daun menjadi kuning.

 

2. Diambil dari kata “Shifr” yang berarti kosong atau nol. Karena masyarakat setelah berakhirnya bulan-bulan haram, mereka pergi untuk berperang dan kota-kota menjadi kosong.

 

Bulan Shafar dikenal dengan bulan buruk. Dari Rasulullah Saw tentang bulan Shafar diriwayatkan sebagai berikut, “Barangsiapa yang mengabarkan kepadaku usainya bulan ini, maka aku akan memberinya kabar gembira surga.”

 

Amalan bulan Shafar

 

1. Banyak mengeluarkan sedekah.

Sekaitan dengan sedekah, Nabi Muhammad Saw bersabda, “Senyummu kepada saudaramu adalah sedekah. Melakukan Amar Makruf dan Nahi Munkar adalah sedekah. Menunjuki orang yang tersesat adalah sedekah. Begitu juga menjauhkan batu, duri dan tulang dari jalan adalah sedekah.”

 

2. Membaca doa ini 10 kali setiap hari agar aman dari bencana

 

یا شَدیدَ الْقُوی‏ وَیا شَدیدَ الْمِحالِ یا عَزیزُ یا عَزیزُ یا عَزیزُ ذَلَّتْ بِعَظَمَتِکَ جَمیعُ خَلْقِکَ فَاکْفِنی‏ شَرَّ خَلْقِکَ یا مُحْسِنُ یا مُجْمِلُ یا مُنْعِمُ یا مُفْضِلُ یا لا اِلهَ اِلاّ اَنْتَ سُبْحانَکَ اِنّی‏ کُنْتُ مِنَ الظَّالِمینَ فَاسْتَجَبْنا لَهُ وَنَجَّیْناهُ مِنَ الْغَمِّ وَکَذلِکَ نُنْجِی الْمُؤْمِنینَ وَصَلَّی اللَّهُ عَلی‏ مُحَمَّدٍ وَ الِهِ‏ الطَّیِّبینَ الطَّاهِرینَ!

 

3. Sayid bin Thawus menukil, “Pada hari ketiga bulan Shafar lakukan shalat dua rakaat dengan membaca al-Fatihah dan surat al-Fath pada rakaat pertama dan surat al-Fatihah dan al-Ikhlas di rakaat kedua. Setelah mengucapkan salam, hendaknya membaca shalawat sebanyak 100 kali dan 100 kali mengucapkan istighfar, setelah itu memohon hajat kepada Allah Swt. Insya Allah dikabulkan Allah Swt. (Iqbal al-A’mal, hal 587)

 

4. Pada hari Arbain (20 Shafar) disunnahkan membaca ziarah Imam Husein as. Diriwayatkan dari Syeikh Thusi dari Imam Hasan Askari as demikian adanya, “Tanda-tanda orang mukmin ada lima hal; melaksanakan shalat 51 rakaat (17 rakaat wajib dan 34 rakaat sunnah), membaca ziarah Arbain Imam Husein as, memakai cincin di jari tangan kanan, meletakkan dahi di atas tanah saat sujud dan membaca Bismillahirrahmanirrahim dengan jelas. (IRIB Indonesia / Saleh Lapadi)

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s