MAQTAL RASULALLAH MUHAMMAD SAWW

MAQTAL

RASULALLAH    MUHAMMAD SAWW

 

 

BISMILLAHIRRAHMAANIRRAHIIMA.

 

Setelah rasulallah diangkat menjadi Rasul

Beliau terus memperjuangkan dakwah yang dipikul

Walau tantangan datang susul menyusul

Beliau hadapi dengan tegar, karna itu konsekwensi sebagai Rasul

 

Peperangan demi peperangan beliau hadapi

Darah, harta, jiwa raga, bahkan nyawa beliau korbankan

Beliau persiapkan untuk menyebarkan misi Ilahi

Itulah Muhammad, sang pemimpin, sang Nabi

 

Dibangunlah Madrasah didikan Rasulallah

Dicetak kader-kader muslim yang sejati

Lahirlah Bilal, Abu Dzar, Salman Alfarisi

Dan yang terutama, lahirlah AhlulBait Rasulallah

 

Muncul Sayyidina Hamzah, macan Allah yang pemberani

Terlihat Ja’far Ath Thayyar, yang terbang kesisi Ilahi

Terlahirlah ‘Ali Bin Abi Thalib, lambang kesuksesan Rasul

Sahabat-sahabat besarpun mulai bermunculan

 

Perjuangan demi perjuangan, pengorbanan demi pengorbanan

Peperangan demi peperangan, pengkaderan demi pengkaderan

Membuat daya tahan tubuh Rasulallah semakin menurun

Dan beliaupun bersiap-siap untuk pulang kesisi Tuhan

 

Dilaksanakannya Haji Wada’ sebagai Haji perpisahan

Diamanatkan pesan-pesan terakhir Rasulallah

Ditegaskan akan keharaman tempat itu sebagaimana haramnya darah Mu’minin

Lalu beliau ditegur untuk menyampaikan hal terpentig dari Nubuwwah

YAAYYUHARRASUL, BALLIGHMA UNZILA MIRRABBIK, FAILLAM TAF’AL FAMA BALLAGHTA RISAALATA

 

“ Wahai Rasul sampaikan pesan yang Allah turunkan padamu,

Jika tidak disampaikan, gagallah arti segala Risalah”

Terlihat diwajah Rasulallah, kerisauan dan kegelisahan

Khawatir ummatnya mengingkari Amanat Allah

 

Dipanggilnya seluruh kaum Mu’minin

Dikumpulkannya diseantero Ghadir Khum

Dipanggilnya ‘Ali, sang pejuang sejati kesisinya

Disanalah ‘Ali diwisuda, sebagai pelanjut Nubuwwah

 

ALYAUMA AKMALTULAKUM DIINAKUM WA ATMAMTU ‘ALAIKUM NI’MATII

WA RADHITULAKUM ISLAAMADIINA.

Hari ini telah kusempurnakan Agama kalian

Dan telah kusempurnakan ni’matku bagi kalian.

Serta kuridhoi Islam menjadi Agama kalian

 

Kini sempurnalah agama Allah dengan diangknya ‘Ali

Terasa lega dada Rasulallah disaat ini

Lalu datanglah Khalifah Umar dan Abu Bakar

Mengucapkan selamat atas diwisudanya ‘Ali

 

BAKHIN BAKHIN LAKA YA ‘ALI, ASHBAHTA MAULAYA WA MAULA KULLU MU’MININ WA MU’MINAT

Selamat bagimu ya ‘Ali, kini kau jadi pemimpinku

Serta pemimpin kaum mu’minin dan mu’minat

 

Namun sebagian lagi mengingkari ucapan Nabi

Adakah iti semua Wahyu dari Tuhan? Begitu ucapannya

Jika benar, turunkan bala’ kepada kami, demikian pintanya

Lalu hancurlah orang itu ditimpa batu, itulah balasannya

 

Sedikit demi sedikit kondisi Rasulallah semakin menurun

Namun beliau masih sempat membentuk barisan tentara

Dibawah pimpinan Usamah Bin Zaid, pemuda belia yang terampil

Pergilah dengan nama Allah, perjuangkan dan jangan kembali, pesan Rasulallah

 

Tubuh Rasulallah tampak semakin lemah dan melemah

Wajah beliau yang berkilauan yampak semakin sayu dan redup

Tiba-tiba Rasulallah terbangun dan tersentak dari pembaringannya

Melihat barisan Mujahidin, tampak kembali dan ragu-ragu

 

Dengan tubuh yang lemah beliau berdiri dan bersabda

WAMAA YANTIQU ‘ANIL HAWAA IN HUA ILLA WAHYUNYUHA

Berangkatlah kalian, laksanakan perintah Allah

Hancurkan musuh Allah, teakkan proyek Ilahi

Terlaknatlah siapapun yang tidak ikut, Ancam Rasulallah

 

Namun diantara sahabat ada yang maju mundur

Akankah mereka berangkat dan meninggalkan kota Madinah?

Atau mereka tetap tinggal dan melalaikan pesan Rasul?

Dengan akasan Rasul sakit, apakah kita mesti jauh darinya?

 

Mendengar kasak kusuk itu, Rasulallah tambah tersiksa

Mengapakah disaat-saat terakhir, mereka hanya menambah duka

Bukankah Rasulallah yang mengangkat mereka dari jurang neraka?

Lalu mengajaknya kearah kebahagiaan, menuju mahligai surga

 

Tubuh mulia itu terlihat lemah dan tak berdaya

Sesekali airmatanya membasahi pipi baginda

Jenggotnya yang halus tampak basah oleh airmata

Ya Rasulallah, alangkah beratnya penderitaan baginda

 

Disaat-saat kematian akan menjelang dan menjemput beliau

Beliau masihterus memikirkan keselamatan ummatnya

Karena beliau memang rahmat kepada alam semesta

 

“Telah datang kepada kalian rasul kalian

Rasul kalian yang sejenis dengan diri kalian

Kepada kalian ia berbagi penderitaan

Kepada mu’minin ia pengadsih dan penyayang

 

Lalu dimintalah sbuah kertas untuk dituliskan

Sebagai sebuah wasiat yang kan menyalamatkan

Sebagian melarang dan berucap, “ Rasul mengigau ”

Sebagian mamaksa untuk memenuhi permintaan beliau

 

Rasul terkesima para sahabatnya yang keributan

“ demikianlah kalian dihadapan baginda Rasulallah

Keluarlah kalian ! biarkan aku sendirian ! pergilah !

Didetik-detik akhir hayatnya beliau sedih dan bersedih

 

Kemudian Fathimah dipanggail kesisi Rasulallah

Dibisikkan Sesutu sebagai tanda perpisahan

Oh Ayahanda ! sedemikiankah perpisahan ini

Alangkah hancur dan sedihnya hatiku jika kau akan meninggalkanku

 

Dipanggilnya ‘Ali Bin Abi Thalib dan didekatkannya

‘Ali yang seperti Harunnya Musa, kini kan menggantikan posisinya

Tak tahan hati ‘Ali melihat penderitaan Rasulallah

Air matanya pun berjatuhan membasahi wajahnya

 

Diliriknya Hasan dan Husein yang masih kecil

Dipeluknya bak pelukan kasih sayang seorang Ibu

Diciumnya sebagai sebuah tanda perpisahan

Namun Hasan dan Husein enggan melepaskan pelukan Kakeknya

 

Ya Amata ! apakah yang sedang menimppa Kakekku? Tanya Hasan dan Husein

Fathimah hanya menangis tak sanggup menjelaskan semuanya

Ya Abata ! apa yang menimpa Kakek kami ? Tanya mereka berdua

‘Ali tak dapat berkata apa-apa

 

LALU SEDIKIT DEMI SEDIKIT TERPEJAMLAH MATA RASULALLAH

BELIAU KAN PERGI TUK MENEMUI ALLAH

BELIAU KAN PERGI TUK SELAMA-LAMANYA

WAMAA MUHAMMAMDU ILLA RASUL, QAD KHALAT MIN QOBLIHIRRUSUL,

AFAIMMATA AW QUTILAT AN QOLIBTUM ‘ALA A’QOOBIKUM ???

 

Rasul sebagai RAHMATAN LIL’ALAMIN telah dipanggil Allah

Jazirah Arab pun kehilangan manusia besar Penghulu para Nabi

Beliau kini terbaring kaku bermuka pucat dan diam membisu

YA RASULALLAH, KAMI MERINDUKANMU. ALANGKAH BERATNYA     PERPISAHAN INI

 

 

Seketika Fathimah menangis dan memeluk ‘Ali

Mengenang masa-masa indah bersama Nabi

Apakah Ayahku telah pergi? Lalu bagaimana diri ini ?

Wahai ‘Ali benarkah kejadian ini ? lalu beliau menangis ! YAA ABATA YAA ABATA…….

 

Imam ‘Ali terlihat lemah dan bersandar di dinding

Dipegangnya kepalanya, sementara air matanya bercucuran

Ditatapnya ajah Rasulallah yang kini telah tiada

Alangkah indahnya wajahmu wahai Rasulallah ! kata Imam ‘Ali

 

Sementara Hasan dan Husein memeluk tubuh Rasulallah

Dan berucap: “lihatlah aku wahai Kakek tercinta !

Inilah aku cucumu yang senantiasa kau kecup dan kau gendong

Mengapakah kau tak menyahut ya Nani Allah ! apakah salah kami ?

 

Fathimah datang memeluk Hasan Husein

Dengan deraian air mata mereka berpelukan

Menyertai kepergian Rasulallah, Nabi kecintaan

Alangkah kelabunya hari itu bagi keluarga Nabi

 

Sahabat-sahabat pilihan datang bergantian untuk berta’ziah

Terlihat wajah Salman sang pencari kebenaran dari negri Persia

Yang meminta tanda Nubuwwah dari pundak baginda Rasulallah

Mata Salman tak dapat membendung deraian air matanya

 

Dipandangnya wajah kekasihnya itu dengan perasaan hancur

Dipandangnya AhlilBait kekasihnya sambil berucap

A’ZHAMAKUMULLAH UJUROKA YA ‘ALI YABNA ABI THALIB

A’ZHAMAKUMULLAH UJUROKI  YA FATHIMATUZZAHRA

A’ZHAMAKUMULLAH UJUROKA YA HASAN YABNA ‘ALI

A’ZHAMAKUMULLAH UJUROKA YA HUSEIN YABNA ‘ALI

 

Lalu datanglah Bilal bin Rabbah

Pejuang keesaan Tuhan yang sejati

Ditatapnya wajah Rasulallah dengan air mata berlinangan

Sang muadzin terpaku dihadapan wajah suci Rasulallah

 

Dialah yang selalu menyenandungkan, “ ASYHADU ANNA MUHAMMADARASULALLAH

 

Kini Muhammad sang Nabi terbujur kaku dihadapannya

Meninggalkan segala kenangan indah saat bersamanya

Kelu lidah Bilal untuk mengungkapkan kesedihannya

Sejak itu Bilal tak sanggup Adzan hingga akhir hayatnya

 

 

Abu dzar pejuang kebenaran dari negri ghifari

Datang mendekati Nabi, dengan isak tangis

Inilah aku ya Nabi Allah, scepat inikah kau pergi

Ditatapnya wajah ‘Ali, Hasan dan Husein bergantian

 

 

Sabarlah kalian ya AhlilBaiti Rasulallah ! tuturnya

Kamipun merasakan kesedihan dan kehilangan

Manusia suci yang dulu mendidik dan menyayangi kami

Kini harus berpisah untuk selamanya

 

Ammar bin Yaser menjadi orang berikutnya yang berta’ziah

Seorang yang mengorbankan segalanyademi dakwah Rasulallah

Ayah Ibunya pun mati demi mempertahankan Iman kepada Allah

 

Teringat beliau bagaimana Rasul mengangkatnya dari kemusyrikan

Serta membebaskannya dari perbudakan lahir batin

Terbayangkan sulitnya keadaan sepeninggal Rasulallah

Sebab Rasul telah berwasiat kalau dia akan dibunuh pendurhaka

 

Pilu, sedih dan tangisan menyatu dalam dada Ammar

Lalu didekatinya jenazah sang Nabi sembari bersenandung

ASSALAAMU’ALAIKA YA RASULALLAH, ASSALAAMU’ALAIKA YA NABI ALLAH, LAQAD ‘ADZAMATI BINARRAZIYYAH WA LAQAD ‘ADZAMATI BINAL MUSHIBAH BI WAFATIKA YA RASULALLAH………….

 

Sementara diluar rumah kediaman Rasulallah

Umar bin khattab terlihat panic saat itu

Berita kematian Rasulallah tidak dipercayainya

“ Dia pergi sebentar, untuk kembali lagi” begitu tuturnya

 

Setiap orang berusaha meyakinkan wafatnya Rasul

Namun tak digubrisnya bahkan dimarahinya

Hingga datanglah Abu Bakar meyakinkannya

Dan redalah ketegangan saat itu

 

Saat jenezah masih terbaring diatas dipan yang sangat sederhana

Saat keluarga Nabi bersedih dan murung dihari itu

Para sahabat berkumpul diSaqifah memilih pengganti Nabi

Bukankah Nabi telah berwasiat ? lalu, dimanakah wasiat Nabi itu ???

 

Dihari ketiga, tubuh Rasulallah dimasukkan kekeranda

Ribuan kaum Muslimin mengantarkan kepergiannya

Manusia yang dulunya disambut dengan

THALA’AL BADRU ‘ALAINA MIN TSANIIYAATIL WADAA’

Kini dibaringkan dipekuburan terkhirnya

 

Tubuh Rasulallah kini dibaringkan ditaburi tanah

Sedikit demi sedikit tubuh itu tak nampak lagi

Akhirnya tubuh itu kini menghilang tertutupi debu-debu

Selamat jalan ya Rasulallah, Do’a kami menyertaimu

 

Seorang demi seorang meninggalkan kuburan suci itu

Sementara ‘Ali masih terpaku dan tak berdaya

Apa yang kalian lakukan pada ayahku? Dimanakah beliau kani? Tanya Fathimah

‘Ali hanya berucap pilu ASHBIRU YA FATHIMAH, LAQAD ‘ADZAMATI

BIKIRRAZIYYAH A’DZAMA KUMULLAHI UJURAKI BIWAFATI ABIKI, SHALATULLAH WASALAMUHU ‘ALAIHI

 

Lalu diambilnya debu kuburan dan berkata

” Aku ditimpa musibah ! yang andai menimpa siang, maka siang akan menjadi malam

Tergambar diwajah ‘Ali perjalanan panjang yang menanti

Harunnya Muhammad kini bersiap-siap menghadapi penderitaan

Terlihat munafiqun mulai kasak-kusuk dengan makarnya

Alangkah beratnya perjalanan hidupmu wahai IMAM…..

 

Sementara Fathimah duduk termenung brderaian air mata

Terbayang dimatanya perjalanan panjang setelah kematian Rasulallah

Lembaran penderitaan Ahlulbait segera dimulai

Bersamaan dengan wafatnya sang Nabi

Penderitaan, rongrongan, kesedihan yang silih berganti

Ya Rasulallah ! alangkah sedihnya putrimu !

 

Selamat jalan ya Rasulallah

Selamat jalan jalan kekasih Allah

Selamat jalan ya RAHMATAN LIL’AALAMIN

Kami juga sangat kehilanganmu

Dan kami belum pernah bertemu denganmu

 

Selamat jalan wahai kekasih kami

Selamat jalan wahai Nabi kami

Selamat jalan selamat jalan.

 

ASSALAAMU’ALAIKA YA RASULALLAH

ASSALAAMU’ALAIKA YA ‘ALI

ASSALAAMU’ALAIKA YA FATHIMAH

WA ‘ALAL ARWAHILLATI HALLAT BIFINAAIK

‘ALAIKUM MINNI SALAAMULLAHI ABADAN

MAA BAQATU WA BAQIALLAILI WANNAHAAR

LAQAD ‘ADZAMATI BIKUMUL MUSHIBAH

WARRAZIYYAH BIL MU’MINII WAL MUSLIMIIN

BIWAFATI SAYYIDUL MURSALIN HABIBINA WAHABIBILLAHIL ‘ALAMIIN

ABAL QASIM MUHAMMAD SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA AALIHI WASSALLAM.

 

AFLAHA MAN QARAAL FATHIHAH WA TASBIQUHAS SHALAWAT…………..

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PUISI SAYYIDAH FATHIMAH AZ ZAHRA AS

UNTUK RASULALLAH

 

Buat pecinta, perpisahan dngan kekasih adalah musibah yang sangat besar.

Karna itulah fathimah merintih ketika ayahnya, panutannya, junjungannya dan kekasihnya meninggaldunia. Setiap hari ia mengunjungi pusara Rasulallah dan melantunkan

puisi yang menyayat hati…..

 

nafasku tersekat dalam tangisan

duhai, mengapa nafas tak lepas bersama jeritan

sesudahmu, tiada lagi kebalkan dalam kehidupan

aku menangis karna aku takut hidupku akan berkepanjangan

 

kala rinduku memuncak

kujenguk pusaramu engan tangisan

aku menjerit meronta, tanpa mendapat jawaban

duhai yang tinggal dibawah tumpukan debu, tangisan memelukku

kenangan padamu melupakan daku dari segala musibah yang lain

jika engkau menghilang dari mataku kedalam tanah

engkau tidak hilang dari hatiku yang pedih

 

berkurang sabarku bertambah dukaku

setelah kehilangan khatamul anbiya’

duhai mataku, cucurkan air mata sederas-derasnya

jangan kau tahan bahkan linangan darah

 

Ya Rasul Allah wahai kekasih Allah

Pelindung anak yatim dan dhuafa

Setelah mengucur air mata langit

Bebukitan, hutan, dan burung dan seluruh bumi menangis

 

Duhai junjunganku

Untukmu menangis tiang-tiang Ka’bah

Bukit-bukit dan llembah Mekah

Telah menangisimu Mihrab

Tempat belajar Al-Qur’an dikala pagi dan senja

Telah menangisimu Islam

Sehingga Islam kini terasing ditengah manusia

Sekiranya engkau melihat mimbar yang pernah kau duduki

Akan kau lihat kegelapan setelah cahaya

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s