Sudah Shalatkah Anda?

Sudah menjadi rahasia umum, bahwa hubungan ahli kalam dan fiqih terhadap kaum sufi kurang harmonis. Banyak tuduhan-tuduhan keras ahli kalam dan fiqih ditujukan kepada ahli tasawwuf, di antaranya adalah meremehkan syariat.

Memang tercatat dalam beberapa riwayat, ada orang-orang yang mengaku Sufi yang terang-terangan tidak melakukan syariat-syariat Islam seperti shalat, berpuasa, bahkan pergi hajji.

Ditemuinya orang-orang seperti itu membuat beberapa kalangan Ahli Kalam dan Fiqih yang terkenal sangat galak, men-generalisasi bahwa semua kalangan Sufi telah melawan syariat Islam. Hal seperti ini pun terjadi di Mesir pada Abad ke 6 Hijriyyah.

Pada masa itu, Tasawwuf berkembang pesat di negeri tepi sungai Nil tersebut. Sebut saja Syekh Abul Hasan al-Sadzili (593-656 H), yang sangat terkenal kedalaman ilmu dalam banyak bidang keislaman. Namun beliau lebih dikenal sebagai seorang tokoh Sufi yang sangat disegani.

Ajaran-ajaran Sufi Syekh Abul Hasan sangat berpengaruh di masyarakat Mesir dan hal ini membuat para ahli kalam dan fuqaha gelisah dan khawatir kehilangan pengaruhnya, sehingga mereka mengutus beberapa tokoh dari ilmu kalam maupun fiqih untuk menguji keilmuan Sang Syekh.

Ketika beberapa fuqaha (ahli hukum Islam) yang berasal dari kota Iskandariah mendatangi beliau dan berjumpa dengan Sang Syekh.

Syekh Abul Hasan menatap wajah mereka semua lalu bertanya : “Wahai para fuqaha apakah kalian sudah shalat?”

Dengan tegas mereka balik bertanya kepada Sang Syekh : “Apakah ada di antara kami yang tidak shalat?”

Lalu Syekh kembali bertanya sambil mengutip sebuah ayat Qur’an :
“Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila iaditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir, kecuali orang-orang yang shalat,”
(QS al-Ma’arij [70] : 19 – 22)

“Apakah kalian seperti itu? Jika ditimpa musibah kalian gelisah dan jika mendapat kebaikan kalian kikir?!”

Mereka terdiam. Akhirnya Syekh berkata: “Kalau begitu kalian belum shalat!”

(Ibnu ‘Athaillah, Bahjat al-Nufus)

Iklan
By komunitasahlilbaitlombok Posted in Shalat

One comment on “Sudah Shalatkah Anda?

  1. Alhamdulillah setuju dgn pernyataan ahli tasauf tersebut. Semoga beliau dirahmati Allah Swt. Saat ini banyak org melaksanakan shalat tapi hakekatnya tidak shalat karena lalai dalam shalatnya. Raganya shalat tapi hatinya gelisah melanglang buana melekat pada dunia. Tapi saat yg bersamaan justru mereka inilah yg paling keras menyuarakan shalat. Bukan sampai disitu bahkan dgn mudah menghukumi para ahli tasauf dengan hkuman sesat. “Masya Allah tega nian mereka itu”.
    Yang saya ketahui para ahli tasauf (ahli hakekat) mereka memiliki rasa takut yg luar biasa kepada Allah. Mereka memiliki kepasrahan puncak menerima dgn lapang dada apapun yg terjadi atas dirinya karena yakin ini pasti kehendak Allah. Shalat dimaknai bukan sebatas gerakan raga atau jasad semata, tapi shalat itu dimulai dari gerakan jasad , hati, jiwa dan ruh selaras mengingat Allah. Dari perjalanan hati mereka menembus jiwa dan ruh mereka menuju Allah sehingga dia menjadi korib dekat betul kepada Allah. Kedekatan kepada Allah yg amat sangat inilah yg sering dikatakan dengan kata yg ekstrim dengan istilah “manunggal”. Kata manunggal inilah yg menjadi perdebatan dikalangan umum yg tidak memahami alur berfikirnya para sufi. Dari perbedaan cara sudut pandang dan salah dalam memahami sebuah kata ini tanpa pikir panjang jatuhlah hukuman kepada para sufi dengan tuduhan “SESAT”. Aduh sedih nian wahai para sufi tuduhan terhadapmu. Semoga rahmat Allah selalu bersama orang2 yg mensucikan diri . amien

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s