Seri Kebohongan Ibnu Taymiah (2)

Persembahan untuk blog -haulasyiah- dan Wahhâbiyyûn Salafiyyûn

“Tulisan dibawah ini kami lengkapi dengan bukti scan dari kitab “Minhajus-Snnah” karya Ibnu Taymiah terbitan Saudi Arabia yang di Tahqiq oleh Dr. Muhammad Rasyad Salim”

Ibnu Taymiah Berbohong Tentang Turunnya Ayat “Alladîna Yunfiquna Amwâlahum….”



Sepertinya kedengkian Ibnu Taymiah kepada Imam Ali as. ini telah mengilhaminya agar tidak menyisakan barang satu pun keutamaan Imam Ali as. -tidak terkecuali ayat-ayat pujian yang Allah SWT turunkan dan betapapun telah diriwayatkan oleh para pembesar ulama dan ahli hadis.- Semua itu, tidak akan menghentikan aksi “gila-gilaannya” yang selalu menolak hadis-hadis shahih dan mensifati para perawinya sebagai kaum jahil yang tidak mengerti apa-apa tentang petunjuk Al Qur’an al Karîm !

Kali ini ayat 274 surah al Baqarah menjadi sasaran penginkarannya.

Perhatikan, bagaimana sikap Ibnu Taymiah ketika Allamah al Hilli (seorang tokoh Syi’ah) berhujah dengan ayat ini:

*

Dalil ke 27 adalah firman:

اَلَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ أَمْوَالَهُمْ بِاللَّيْلِ وَ النَّهَارِ سِرًّا وَ عَلاَنِيَةً فَلَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَ لاَ خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَ لاَ هُمْ يَحْزَنُوْنَ

“Orang-orang yang menginfakkan harta mereka di malam dan siang hari secara sembunyi-sembunyi dan terang-terangan, mereka akan mendapat pahala di sisi Tuhan mereka, tiada kekhawatiran bagi mereka, dan mereka tidak bersedih hati.”

Abu Nu’aim meriwayatkan dengan sanadnya kepada Ibnu Abbas bahwa ayat ini turun untuk Ali. Ia memiliki empat dirham, lalu ia infakkan satu dirham di waktu malam, satu dirham di waktu siang, satu dirham dengan rahasia dan satu dirham lagi dengan terang-terangan. Ats Tsa’labi juga meriwayatkannya ….

*

Menghadapi hujjah di atas Ibnu Taymiah bangkit seperti biasa bersenjatakan pengingkaran dan kebohongan. Ia berkata:

Ibnu Taymiah berkata:

 

*

Kedua: Ini adalah kepalsuan dan tidak tetap. …..

Akan tetapi tafsir-tafsir batil seperti ini diyakini oleh banyak kaum jahil

(Minhajus Sunnah, karya Ibnu Taymiah, 7/hal. 229) -lihat scan diatas-

*

Kemudian ia mengatakan:

 

*

Maka jelaslah bahwa yang memalsu seperti itu hanya orang yang jahil akan petunjuk Al Qur’an. Dan kebodohan di kalangan kaum rafidhah tidak aneh!

(Minhajus Sunnah, karya Ibnu Taymiah, 7/hal.231) -lihat scan diatas-

*

Coba perhatikan sekali lagi apa yang Ia katakan!

Ia meminta bukti keshahihan hadis di atas, sebab -katanya- sekedar diriwayatkannya sebuah hadis oleh Abu Nu’ain dan ats-Tsa’labi bukan bukti keshahihannya!

Sudah berulang kali kami bantah silat lidah ala Ibnu taymiah seperti itu. Jadi tidak perlu kami ulang lagi di sini!

Akan tetapi, di sini anda berhak bertanya: Apakah dengan diriwayatkannya sebuah hadis oleh Abu Nu’ain dan ats-Tsa’labi itu menjadi bukti pasti kepalsuannya?! Lalu mengapakah ia dengan tanpa bukti pula dan hanya dengan bermodal kebohongan mengatakan bahwa hadis itu palsu?! Apa buktinya bahwa hadis itu palsu?

Para Parawi Hadis Di Atas

Sementara itu hadis tentang turunnya ayat tersebut untuk Imam Ali as. telah diriwayatkan oleh pembesar ulama dan ahli hadis seperti:

  1. Abdurrazzâq ash Shan’âni –Guru besar Imam Bukhari-.
  2. Abduh ibn Humaid.
  3. Ibnu Jarîr ath Thabari –imam Ahli tafsir Salaf yang telah dipuji Ibnu Taymiah sendiri dengan kedalaman ilmunya-.
  4. Ibnu Mundzir -yang telah dipuji Ibnu Taymiah sendiri dengan kedalaman ilmunya-.
  5. Ibnu Abi Hâtim.
  6. ath-Thabarani.
  7. Ibnu ‘Asâkir.
  8. Al Wahidi.
  9. Abu Nu’aim.
  10. Al Wâqidi.
  11. Fakhruddin ar-Râzi.
  12. Az-Zamakhsyari.
  13. Muhibbuddîn ath-Thabari.
  14. Ibnu al Atsîr.
  15. As Suyûthi.
  16. Ibnu Hajar a- Haitami al-Makki, pada Bab VII Pasal IV tentang sekelumit karamah, keputusan dan kalimat-kalimat mutiaranya tentang ilmu, hikmah, kezuhudan, dan pengenalan kepada Allah.
  17. Dkk.

(Baca keterangan mereka dalam: Tafsir ad-Durr al Mantsûr,4/25, ar-Riyadh an-Nadhirah; Muhibbuddin ath-Thabari,2/206, ash Shawâiq al-Muhriqah; Ibnu Hajar:130, tafsir ar-Râzi dan az-Zamakhsyari.)

Inilah para priwayat hadis di atas… apakah para mukallid Ibnu Taymiah tetap akan mengatakan bahwa mereka semua (tokohh-tokoh besar Ahlusunnah tersebut) adalah kaum jahil dan rafidhah sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Taymiah diatas?!

Apa yang ia maksud dengan kata-katanya: Hadis ini adalah palsu dan tidak tetap?

Apa maksud kata-katanya bahwa: tafsir itu adalah batil dan hanya kaum jahil saja lah yang berpendapat seperti itu!

Akan tetapi Ibnu Taymiah memiliki kamus sendiri! Setiap hadis keutamaan Imam Ali as. adalah batil! Setiap perawi tentang hadis keutamaan Ali adalah kaum jahil dan rafidhah yang dungu!

Adapun para perawi yang membawakan hadis keutamaan musuh-musuh Imam Ali as. adalah pendekar sunnah… adalah para perawi jujur…. Hadis-hadis yang ia bawakan adalah mustaqîm!

Siapakah yang sedang ia tuduh berbohong itu? Apakah para ulama yang meriwayatkannya? Atau siapa?
bukankah ia lah yang sebenarnya si pembohong itu !

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s