Mengenang Istri Tercinta Rasulullah, Sayidah Khadijah

Pada hari kesepuluh bulan Ramadan tahun 10 Kenabian (Sebelum Hijrah), seorang perempuan mulia, seorang istri yang penuh kasih sayang, dan seorang ibu yang penuh pengorbanan, Sayidah Khadijah, istri Rasulullah Saw, menutup mata di usia 65 tahun.

Wafatnya Sayidah Khadijah sa merupakan musibah besar bagi Rasulullah Saw. Karena Sayidah Khadijah adalah pendamping Rasulullah di segala kesulitan dan ketika beliau hidup, banyak orang musyrik yang tidak mengganggu Rasulullah demi menghormati Sayidah Khadijah.

 

Sayidah Khadijah dilahirkan 68 tahun sebelum hijrah Rasulullah dan beliau menikah dengan Rasulullah Saw di usia 25 tahun.

 

Di masa mudanya, Sayidah Khadijah sa membentuk karavan dagang dan dari situlah beliau mencari nafkah. Dengan bekal manajemen yang kuat, dengan cepat Sayidah Khadijah sukses dalam perdagangan dan disebut-sebut sebagai sosok perempuan yang berpandangan jauh ke depan dan bijak.

 

Tidak seperti para penguasaha pada umumnya yang melakukan riba, Sayidah Khadijah hanya berdagang secara jujur. Baliau adalah salah satu di antara warga Mekkah yang kaya akan tetapi beliau tidak pernah memalingkan perhatian dari orang-orang yang miskin. Rumah Sayidah Khadijah sa tidak pernah sepi dari kaum dhuafa.

 

Beliau adalah perempuan pertama yang beriman kepada risalah Muhammad Saw dan merupakan perempuan pertama yang selalu shalat di belakang Nabi bersama dengan Imam Ali as.

 

Sayidah Khadijah sa wafat pada hari kesepuluh bulan Ramadan di tahun kesepuluh sebelum Hijrah di luar Sya’ab Abu Thalib, dan Rasulullah Saw yang memandikan beliau dan mengkafani beliau dengan kain kafan yang dibawa oleh malaikat Jibril. Rasulullah pula yang memakamkan Sayidah Khadijah dan mendoakan pengampunan untuk istrinya.

 

Sayidah Khadijah sudah sakit tiga tahun sebelum hijrah Rasulullah ke Madinah. Ketika itu Rasulullah Saw berkata kepada Sayidah Khadijah, “Apakah kau tahu bahwa Allah Swt telah menetapkanmu sebagai istriku di sorga?” Rasulullah Saw berusaha menghibur Sayidah Khadijah dan beliau mengatakan bahwa Allah Swt telah menjanjikan sorga untuknya. Nabi Muhammad juga mengucapkan terima kasih atas pengkhidmatan istrinya.

 

Ketika sakit Sayidah Khadijah semakin parah, beliau berkata kepada Nabi: “Wahai Rasulullah, aku punya beberapa wasiat. Aku tidak berbuat sepatutnya, maafkan aku.”

 

Rasulullah menjawab, “Aku tidak pernah melihat ada kesalahan darimu dan kau selalu berusaha semampumu. Kau sangat lelah sekali di rumahku dan kau telah mengeluarkan seluruh hartamu di jalan Allah Swt.”

 

Sayidah Khadijah kemudian menunjuk pada Sayidah Fatimah sa dan berkata kepada Rasulullah Saw, “Wasiatku yang kedua adalah agar kau menjaga putri ini. Karena dia akan menjadi yatim setelahku. Maka jangan sampai ada di antara perempuan Quraisy yang menggangunya. Jangan sampai ada orang yang menampar wajahnya, jangan sampai ada yang membentaknya, jangan sampai ada orang yang berperilaku kasar dan menyinggung perasaanya.”

 

Sayidah Khadijah melanjutkan, “Akan tetapi aku malu untuk mengungkapkan wasiat ketigaku, dan aku akan mengatakannya kepada Fatimah dan dia yang akan mengatakannya kepadamu.”

 

Kemudian Sayidah Khadijah memanggil putrinya dan berkata, “Wahai cahaya mataku! Katakan kepada ayahmu Rasulullah bahwa ibuku berkata bahwa aku takut dengan alam kubur dan aku meminta agar aku dikafani dengan baju yang kau (Rasulullah) kenakan ketika turunnya wahyu.”

 

Sayidah Fatimah sa keluar dari kamar dan menyampaikan ucapan ibunya kepada Rasulullah. Nabi Muhammad kemudian memberikan baju yang dimaksud kepada istrinya dan Sayidah Khadijah tersenyum.

 

Ketika Sayidah Khadijah wafat, Rasulullah Saw yang memandikan beliau dan saat hendak mengkafani, mendadak malaikat Jibril datang dengan membawa kain kafan dari sorga dan berkata, “Wahai Rasulullah! Allah menyampaikan salam kepadamu dan berfirman bahwa dia  (Sayidah Khadijah) telah mengeluarkan hartanya di jalan-Nya, maka Kami akan mengkafaninya.”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s