Syawal Berdarah di Sampang

Peristiwa kekerasan brutal terhadap Muslim Syiah terjadi lagi di Dusun Nangkernang, Desa Karang Gayam, Kabupaten Sampang, Madura pada Minggu pagi 26 Agustus 2012. 1 orang korban telah tewas bernama Hamama berusia sekitar 50an tahun, 7 orang menderita luka kritis, puluhan orang mengalami luka-luka beserta pembakaran puluhan rumah warga muslim Syiah. 7 orang luka kritis telah dievakuasi polisi, sementara puluhan terluka masih berada di lokasi karena terkepung oleh massa penyerang. Hingga saat ini kondisi di lokasi masih sangat mencekam karena pengepungan yang dilakukan massa penyerang.

Kekerasan dan penyerangan berdarah itu terjadi sekitar jam 11 pagi. Sekitar 500an orang telah berkumpul dan terkonsentrasi di sekitar Kampung Nangkernang semenjak pukul 8 pagi. Massa tersebut membawa clurit, pedang, pentungan dan sejumlah bom Molotov.

Menurut keterangan Iklil, abang Tajul Muluk dan Zaini, yang berada di sekitar lokasi, ratusan massa itu adalah massa pelaku yang sama yang pernah membakar dan menteror mereka pada 29 Desember 2011. Massa mulai membakar dan melakukan kekerasan sekitar pukul 11. Kekerasan dilakukan kepada warga-warga Muslim Syiah yang berada di sana. Korban tewas dan luka-luka berat ketika itu mencoba membela diri dan melindungi perempuan dan anak-anak. Rata-rata korban mengalami luka-luka akibat serangan benda tajam, lemparan batu, dan bom molotov. Posisi warga Syiah tersebar di sekitar 5 titik. Penyerangan tidak hanya kepada properti Ustad Tajul Muluk lagi, tetapi dapat dikatakan ke seluruh warga Syiah.

Menurut Iklil, dia sudah mengetahui akan kemungkinan terjadinya penyerangan susulan itu setelah apa yang terjadi pada pembakaran 29 Desember 2011. Ancaman-ancaman penyerangan yang direncanakan seusai lebaran itu sudah disampaikan kepada mereka sebelum ramadhan dan saat ramadhan tiba. Para peneror itu mengatakan akan menghabisi dan “menyembelih” warga Syiah jika tetap berada di sana seusai ramadhan. “Kita akan dibuat habis,” ucap Iklil.

3 hari sebelum penyerangan di hari Minggu itu, sudah terjadi sweeping terhadap warga Syiah. Warga Syiah yang terkena sweeping dilarang keluar dari kampung, termasuk para santri-santri warga Syiah yang hendak kembali ke pondok mereka di luar kota Sampang.

Hari Minggu sekitar jam 9, Iklil mengatakan sudah menelpon Polsek Omben dan kemudian menelpon Polres Sampang tentang adanya eskalasi massa yang mencekam di sekitar kampungnya. Laporan via telpon itu diterima dan ditanggapi dengan janji akan mengirimkan anggota polisi ke TKP. Terlihat di sekitar TKP tidak lebih tidak lebih dari 5 orang personil kepolisian yang berada di sana. Keberadaan polisi yang gagap lagi-lagi gagal dan tidak berdaya mengantisipasi kekerasan. Sikap polisi bahkan seperti biasa cenderung menyalahkan warga Syiah sebagai biang masalah.

Kekerasan berdarah ini adalah spiral kekerasan sistematis yang dilakukan oleh pihak-pihak anti-Syiah yang kini level ancamannya terus meningkat dan mengeras: setelah sebelumnya mereka berhasil mengusir Ustad Tajul Muluk, ulama pemimpin Syiah di Sampang, membakar pesantren dan rumah keluarga Tajul Muluk dan akhirnya mengkriminaslisasi Tajul Muluk dengan hukuman penjara 2 tahun dengan dalili penodaan agama.

Kini kejadian pembakaran, pembunuhan dan penyerangan yang mengakibatkan luka-luka serius tersebut jelas tidak bisa dientengkan sebagai semata kasus pertikaian keluarga. Ada upaya sistematis dari pihak-pihak yang anti-Syiah untuk menghabisi keberadaan Muslim Syiah di Sampang dan mungkin akan berkembang luas di tempat lain. Kasus terakhir yang berujung pembakaran, pembunuhan dan penganiayaan berat itu merupakan kasus pembantaian paling berat yang dialami oleh Muslim Syiah di Indonesia.

Setelah pembakaran kurang dari setahun lalu, ratusan Muslim Syiah telah kehilangan tempat tinggal, harta benda yang telah dijarah selama mereka mengungsi, pekerja telah dipecat karena keyakinannya, anak-anak tak bisa bersekolah karena didiskriminasi. Dan kini peristiwa Syawal berdarah pada Minggu 26 Agustus, akan menambah hebat beban penderitaan dan penindasan tak terperikan yang dialami oleh Muslim Syiah di Sampang. Ratusan warga akan kembali mengungsi, berikut trauma pembunuhan dan penyerangan fisik yang mengakibatkan luka fisik yang serius.

Eskalasi kekerasan dan pembunuhan terhadap Muslim Syiah di Sampang yang terus-menerus sangat dipengaruhi oleh buruknya kinerja pemerintah daerah: polisi, pejabat kementrian agama, Bakesbangpol, dll yang telah menunjukkan sikap tidak netral bahkan secara telanjang turut menghakimi dan memprovokasi kekerasan terhadap warga Syiah di sana.

Kami menuntut keras Negara, Pemerintah Daerah Sampang, dan polisi bertanggung jawab terhadap apa yang terjadi dan menjamin perlindungan terhadap muslim Syiah di Sampang. Mereka adalah korban yang selama ini telah secara terus-menerus ditindas. Rumah dan harta benda mereka tidak pernah direhabilitasi, pelaku kekerasan dan aktor penyuruh yang ingin menghabisi pengikut Syiah tidak pernah ditangkap, Tajul Muluk yang seharusnya menjadi korban telah dikriminalisasi, dan kini mereka membiarkan pembakaran, penyerangan bahkan pembunuhan terjadi kembali.

Kami Solidaritas Aliansi Kasus Sampang akan melakukan langkah-langkah keras meminta pertanggungjawaban Presiden dan Kapolri untuk berhenti menjadi penonton yang tidak netral dan menghentikan pembantaian ini. Kasus ini adalah bukti kesekian

kali bahwa negara telah lumpuh dan tidak bisa dipercaya untuk menjamin keamanan, perlindungan dan penegakkan hukum bagi warga minoritas dan membiarkan satu pihak dengan ajarannya yang brutal untuk eksis sendirian dengan memberangus, menindas dan membantai kelompok lain di hadapan negara yang hanya bersedia menjadi penonton.

YLBH-Universalia, Kontras, YLBHI, Sejuk, LBH Jakarta, Elsam, HRWG, ILRC, Aman Indonesia, Komnas Perempuan, ILRC, ABTI

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s