Kerinduan dengan Luka di Kaki

Catatan Dahlan Iskan

Kamis, 23 Agustus 2012
Makkah-Aqsa-Baghdad (2)‬‬

’’Dari Indonesia,’’ jawab saya.‬‬
’’Muslim?’’ tanya tentara Israel bersenjata itu.
’’Yes,’’ jawab saya.‬‬

Kami pun bisa dengan mudah melewati gerbang tua dengan tembok yang tebal dan kukuh itu. Gerbang yang dijaga tentara Israel bersenjata. Itulah gerbang masuk ke kawasan yang luasnya sekitar 10 lapangan sepak bola. Yang di dalamnya terdapat taman dan pepohonan.‬‬

Di tengah taman itu terdapat masjid besar berkubah kuning. Itulah Masjid Kubah Batu. Tidak jauh dari situ, terlihat satu masjid besar lagi: itulah Masjid Al Aqsa.‬‬ Tembok yang mengelilingi kawasan itu terlihat tinggi, tebal, dan terkesan sangat kuno. Dari luar, tembok tersebut tidak terlihat karena tertutup perkampungan yang padat, yang sampai menempel ke tembok.

Dari arah Kota Jerusalem, untuk mencapai gerbang itu, harus jalan kaki melewati gang-gang kecil yang sambung-menyambung. Juga naik turun dan berliku-liku.‬‬ Itulah perkampungan yang hampir 100 persen penduduknya merupakan warga Palestina.‬‬ ‪‪Tukang cukur, penjual makanan dan mainan…

Lihat pos aslinya 960 kata lagi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s